TU7UA | Makassar – Politeknik LP3I Makassar menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2025. Tim pelaksana yang diketuai oleh Rahmi, S.E., M.Pd., bersama anggota Husni Bt Salam, S.S., M.Hum., dan Sirnan, S.H., S.Sos., M.M., sukses menggelar kegiatan ini di Komunitas Anak Pelangi (K-apel), Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, pada Kamis (2/10/2025).
Kegiatan PKM ini mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Belajar Komunitas Anak Pelangi (K-apel) melalui Ilmu dan Pengajaran dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di Kota Makassar.” Tema ini dipilih untuk menjawab kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan karakteristik unik setiap peserta didik.
Pelatihan Modul RPP untuk Relawan
Sebagai bagian integral dari kegiatan ini, Nurfaedah, S.Pd., M.Hum., didapuk sebagai narasumber utama. Beliau membawakan materi penting mengenai “Pelatihan Pembuatan Modul RPP untuk Pembelajaran Berdiferensiasi bagi Relawan.” Pelatihan ini bertujuan membekali para relawan dengan keterampilan praktis dalam merancang rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang mampu mengakomodasi beragam gaya belajar dan kebutuhan siswa.
Ketua Tim PKM, Rahmi, S.E., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil dari Program Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, di bawah naungan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. “Alhamdulillah, tim kami berhasil lolos hibah dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Dukungan pendanaan ini menjadi pendorong bagi kami untuk berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang efektif, khususnya di kelompok belajar Komunitas Anak Pelangi (K-apel),” ujarnya.
Menciptakan Lingkungan Belajar yang Menyenangkan dan Inklusif
Lebih lanjut, Rahmi menambahkan bahwa PKM ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh kelompok belajar Komunitas Anak Pelangi (K-apel). Melalui pelatihan pembuatan modul dan penerapan pendekatan pembelajaran berdiferensiasi, para relawan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.
“Setelah kegiatan ini, kami berharap proses pembelajaran di Komunitas Anak Pelangi (K-apel) akan semakin menarik dan didukung dengan fasilitas yang memadai. Dengan demikian, anak-anak akan lebih mudah memahami pelajaran dan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas serta berkarakter,” tambah Rahmi, menyoroti dampak jangka panjang yang diharapkan.
Manfaat Ganda untuk Komunitas
Kegiatan PKM ini diproyeksikan akan membawa manfaat signifikan, antara lain:
1. Meningkatkan Literasi: Membantu siswa kelompok belajar Anak Pelangi memahami konsep belajar dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna.
2. Membentuk Kepribadian Siswa: Menumbuhkan kemampuan berpikir logis, kreatif, dan strategis pada anak-anak.
3. Meningkatkan Minat Belajar: Menjadikan siswa lebih antusias dalam menerima pembelajaran yang disampaikan oleh para relawan melalui media dan alat bantu yang menarik.
Melalui inisiatif ini, Politeknik LP3I Makassar menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dampak positif melalui transfer ilmu pengetahuan, dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan komunitas lokal. Hal ini sejalan dengan visi untuk membangun ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkelanjutan, khususnya di Kota Makassar.














