Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah

- Jurnalis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Bajeng Barat, Gowa – Sabtu, 4 Oktober, menjadi hari yang penuh semangat dan kebanggaan bagi dunia pendidikan di Kecamatan Bajeng Barat. Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan telah sukses digelar, menandai lahirnya bibit-bibit unggul yang siap melestarikan kekayaan bahasa daerah.

Acara yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Bajeng Barat ini, mengusung tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini selaras dengan semangat untuk terus memajukan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, dengan bahasa daerah sebagai salah satu pilar utamanya.

Talenta Muda Unjuk Kebolehan

Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai kategori yang dilombakan. Mulai dari kepiawaian berpidato yang memukau, kemampuan mendongeng yang menghibur dan sarat pesan moral, hingga kelihaian menulis cerita pendek yang kreatif dan imajinatif.

Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan objektif, dewan juri akhirnya menetapkan para juara yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Gowa. Mereka adalah:

– Juara 1 Pidato: PA Daffa, yang dengan penuh percaya diri akan mewakili Kecamatan Bajeng Barat di tingkat kabupaten.
– Juara 2 Mendongeng: PI Nilam
– Juara 3 Mendongeng: PA Agung
– Juara 2 Cerpen: PI Syifa

Baca Juga :  Tim Dosen Universitas Dipanegara Makassar Mengajarkan Ibu-ibu K-Apel Digital Marketing

Keberhasilan para juara ini tak lepas dari peran serta dan bimbingan intensif dari para mahasiswa Magang Berdampak Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah angkatan 2023. Mereka adalah Rahmatul Humaika, Lutfiana, Putri Rezeki Ayu, Herman, dan Zulqarnqin, yang dengan sabar dan telaten melatih para peserta selama kurang lebih dua minggu.

Apresiasi dan Kebanggaan

Kepala Sekolah SDI Matontongdare, Ibu Rusminah, S.Pd, tak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi gemilang yang diraih oleh siswa-siswinya. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan ini, sebab ini adalah kali pertama sekolah kami mengikuti FTBI dan Alhamdulillah membawa pulang 4 piala,” ungkapnya dengan haru.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ilma Rahim, M.Pd, juga turut menyampaikan kebanggaannya atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para mahasiswa dan siswa-siswi. “Saya sangat bangga dengan hasil yang dicapai oleh mahasiswa dan siswa-siswi. Ini menunjukkan bahwa mereka telah bekerja keras dan memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan bahasa daerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Konkerprov I PGRI Sulsel 2025: Membangun Guru Bermutu untuk Indonesia Maju

Tantangan dan Harapan

Putri Rezeki Ayu, salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses pelatihan, berbagi kesan dan pengalamannya. “Kami sangat senang bisa bertemu dengan guru maupun siswa sekecamatan Bajeng Barat. Namun, kami juga mengalami beberapa kendala, seperti minimnya kosakata bahasa Makassar yang kami bisa, sehingga kami agak kewalahan untuk menerjemahkan beberapa kosakata dalam bahasa Makassar,” tuturnya.

Daffa, sang juara 1 pidato, juga tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada guru dan kakak-kakak magang berdampak yang telah mengajarkan dan membimbing kami. Saya akan terus bersemangat untuk persiapan seleksi FTBI tingkat Kabupaten nantinya,” janjinya dengan penuh semangat.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi di Kecamatan Bajeng Barat, bahkan di seluruh Kabupaten Gowa, untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa daerah mereka. Dengan begitu, bahasa daerah akan tetap hidup dan lestari, serta terus mendukung pendidikan bermutu untuk semua.

Berita Terkait

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Alumni IMMIM Motivasi Santriwati: bersama MC3 Deteksi Dini Kanker dan Sekolah ke Luar Negeri
Mengukir Masa Depan Pendidikan: Konferensi Kerja PGRI Tana Toraja Mengukuhkan Peran Guru sebagai Arsitek Bangsa
HMJ MATEMATIKA FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Sulawesi Selatan
Universitas Indonesia Timur dan Politeknik ATI Makassar Jalin Kolaborasi Strategis untuk Pendidikan dan Inovasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:58 WIB

Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah

Minggu, 28 September 2025 - 18:26 WIB

Alumni IMMIM Motivasi Santriwati: bersama MC3 Deteksi Dini Kanker dan Sekolah ke Luar Negeri

Sabtu, 27 September 2025 - 12:03 WIB

Mengukir Masa Depan Pendidikan: Konferensi Kerja PGRI Tana Toraja Mengukuhkan Peran Guru sebagai Arsitek Bangsa

Senin, 1 September 2025 - 09:59 WIB

HMJ MATEMATIKA FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Sulawesi Selatan

Berita Terbaru

Berita

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Nov 2025 - 19:10 WIB