TU7UA | Bajeng Barat, Gowa – Sabtu, 4 Oktober, menjadi hari yang penuh semangat dan kebanggaan bagi dunia pendidikan di Kecamatan Bajeng Barat. Seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan telah sukses digelar, menandai lahirnya bibit-bibit unggul yang siap melestarikan kekayaan bahasa daerah.
Acara yang diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Bajeng Barat ini, mengusung tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema ini selaras dengan semangat untuk terus memajukan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, dengan bahasa daerah sebagai salah satu pilar utamanya.
Talenta Muda Unjuk Kebolehan
Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam berbagai kategori yang dilombakan. Mulai dari kepiawaian berpidato yang memukau, kemampuan mendongeng yang menghibur dan sarat pesan moral, hingga kelihaian menulis cerita pendek yang kreatif dan imajinatif.
Setelah melalui proses penilaian yang ketat dan objektif, dewan juri akhirnya menetapkan para juara yang berhak melaju ke tingkat Kabupaten Gowa. Mereka adalah:
– Juara 1 Pidato: PA Daffa, yang dengan penuh percaya diri akan mewakili Kecamatan Bajeng Barat di tingkat kabupaten.
– Juara 2 Mendongeng: PI Nilam
– Juara 3 Mendongeng: PA Agung
– Juara 2 Cerpen: PI Syifa
Keberhasilan para juara ini tak lepas dari peran serta dan bimbingan intensif dari para mahasiswa Magang Berdampak Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah angkatan 2023. Mereka adalah Rahmatul Humaika, Lutfiana, Putri Rezeki Ayu, Herman, dan Zulqarnqin, yang dengan sabar dan telaten melatih para peserta selama kurang lebih dua minggu.
Apresiasi dan Kebanggaan
Kepala Sekolah SDI Matontongdare, Ibu Rusminah, S.Pd, tak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas prestasi gemilang yang diraih oleh siswa-siswinya. “Kami sangat mengapresiasi keberhasilan ini, sebab ini adalah kali pertama sekolah kami mengikuti FTBI dan Alhamdulillah membawa pulang 4 piala,” ungkapnya dengan haru.
Dosen Pembimbing Lapangan, Ilma Rahim, M.Pd, juga turut menyampaikan kebanggaannya atas kerja keras dan dedikasi yang telah ditunjukkan oleh para mahasiswa dan siswa-siswi. “Saya sangat bangga dengan hasil yang dicapai oleh mahasiswa dan siswa-siswi. Ini menunjukkan bahwa mereka telah bekerja keras dan memiliki semangat yang tinggi untuk mengembangkan kemampuan bahasa daerah,” ujarnya.
Tantangan dan Harapan
Putri Rezeki Ayu, salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses pelatihan, berbagi kesan dan pengalamannya. “Kami sangat senang bisa bertemu dengan guru maupun siswa sekecamatan Bajeng Barat. Namun, kami juga mengalami beberapa kendala, seperti minimnya kosakata bahasa Makassar yang kami bisa, sehingga kami agak kewalahan untuk menerjemahkan beberapa kosakata dalam bahasa Makassar,” tuturnya.
Daffa, sang juara 1 pidato, juga tak lupa menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah mendukungnya. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada guru dan kakak-kakak magang berdampak yang telah mengajarkan dan membimbing kami. Saya akan terus bersemangat untuk persiapan seleksi FTBI tingkat Kabupaten nantinya,” janjinya dengan penuh semangat.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa-siswi di Kecamatan Bajeng Barat, bahkan di seluruh Kabupaten Gowa, untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa daerah mereka. Dengan begitu, bahasa daerah akan tetap hidup dan lestari, serta terus mendukung pendidikan bermutu untuk semua.














