Pendekatan Holistik Cegah Stunting: Suksesnya PKM Kolaboratif di Pesisir Sulawesi Selatan

- Jurnalis

Senin, 23 Juni 2025 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Makassar  —  Sebuah program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pencegahan stunting yang sukses digelar di Kelompok Wanita Nelayan (KWN) Fatimah Az-Zahra, Makassar pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Kolaborasi empat perguruan tinggi – Institut Kesehatan dan Bisnis (IKBS) Fatimah Mamuju, Universitas Kurnia Jaya Persada Palopo, Institut Teknologi dan Bisnis Bina Adinata Bulukumba, dan Universitas Muhammadiyah Makassar – memberikan pelatihan holistik kepada 30 perempuan pesisir.

Program ini berfokus pada empat pilar utama: sosialisasi kesehatan reproduksi, pelatihan UMKM pangan lokal bergizi, pemanfaatan tanaman obat tradisional, dan strategi pemasaran produk kesehatan.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin Sosialisasikan Dampak Deforestasi di SMP Negeri 3 Turatea

Eni, pelopor KWN Fatimah Az-Zahra, menyatakan rasa syukur dan antusiasmenya atas program yang sangat tepat sasaran ini, khususnya pelatihan pembuatan produk herbal dan makanan bergizi dari bahan lokal sebagai peluang usaha baru.

Pendekatan terintegrasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Irma (IKBS Fatimah Mamuju) menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan pesisir melalui pelatihan UMKM, mengatasi stunting yang bukan hanya masalah gizi, tetapi juga lingkungan, ekonomi, dan pengetahuan.

Risma (Universitas Kurnia Jaya Persada Palopo) menambahkan pentingnya pelatihan pemasaran digital untuk keberlanjutan program dan dampak jangka panjang. Keduanya sepakat bahwa pencegahan stunting dimulai dari rumah tangga, khususnya peran ibu.

Baca Juga :  Panitia Bimtek Pendidikan Inklusif Disdikbud Maros Kunjungi Komunitas Anak Pelangi di Makassar

Program ini dibagi dalam empat kelompok kerja, masing-masing menangani satu pilar utama. Tim pelaksana berkomitmen untuk pendampingan berkelanjutan agar program memberikan dampak nyata.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi model replikasi untuk wilayah pesisir lain di Indonesia Timur, menunjukkan kekuatan sinergi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat dan mengatasi masalah stunting.

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Berita Terbaru