Lokakarya Kepemimpinan Sekolah 1 PSP di Sejumlah Kabupaten/Kota Se Sulsel

- Jurnalis

Sabtu, 25 Mei 2024 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wajo |TU7UA| Lokakarya kepemimpinan sekolah 1 Program Sekolah Penggerak (PSP) berbagai Angkatan di Sejumlah Sekolah Kabupaten/Kota Se- Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi diperoleh media ini, untuk di Kabupaten Wajo, Lokakarya dibuka Kepala Dinas Pendidikan Wajo Drs H Alamsyah M.Si dan berlangsung di aula pertemuan SMP Negeri 3 Wajo, Sabtu (25/5/2024).

Lokakarya PSP angkatan 3 tersebut sedikitnya diikuti oleh 44 peserta yang berasal dari jenjang TK, SD dan SMP dari kabupaten Wajo dan Kabupaten Luwu.

Sementara di Kabupaten Luwu, lokakarya berlangsung di SDN 01 Bonepute, Larompong Selatan, Luwu dihadiri Kepala Bagian Umum BBGP Sulawesi Selatan Drs Harisman. Pesertanya guru dan pengawas sekolah dasar dari Kabupaten Luwu dan Wajo.

Di Barru lokakarya PSP angkatan 2 dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barru H Andi Adnan Azis SSTP Msi. Kegiatan dihadiri 62 orang didampingi 5 fasilitator.

Di Kabupaten Takalar lokakarya diikuti 48 peserta dari 12 sekolah penggerak yang terdiri dari 2 TK, 4 SD, dan 6 SMP.

Kegiatan yang sama berlangsung pula di SMPN 2 Takalar, dibuka Kepala Bidang Ketenagaan Diknas Pendidikan Takalar Rifani SIP Msi.

Di Kabupaten Gowa juga berlangsung kegiatan yang sama di SMK Negeri 2 Kabupaten Gowa dibuka oleh Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan Gowa.

Baca Juga :  Era Disrupsi Mengilhami Mahasiswa Fisipol UIT Makassar Sukses Gelar Dialog

Ketika membuka lokakarya di Wajo, Kepala Dinas Pendidikan Wajo Drs H Alamsyah M.Si dalam sambutannya mengatakan, kepemimpinan merupakan kunci keberhasilan satuan pendidikan.

“Diperlukan kolaborasi model pentahelix dengan melibatkan seluruh stakeholder pendidikan untuk membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Wajo,” katadia.

Terpisah, Kabag Umum BBGP Sulsel Drs Harisman ketika membuka lokakarya yang diikuti guru, kepala sekolah, dan pengawas SD di Luwu dan Wajo itu mengatakan, Program Sekolah Penggerak diluncurkan untuk jadi pioner dan pengimbas ke sekolah lain.

“Beruntung sekolah yang ditunjuk menjadi PSP. Karena hanya beberapa sekolah saja yang mendapat keperceyaan dari banyak peminat,” kata Harisman.

Kepala sekolah penggerak itu menurut Harisman, berat. Karena itu jangan sia-siakan karena dianggap mampu menjadi agen perubahan.

“Dengan Sekolah Penggerak mampu menjadi katalis daerah lain dan menjadi sekolah rujukan atau pengimbas bagi sekolah lain,” kata Kabag BBGP Sulsel itu.

Dia melanjutkan, “Gurunya ditargetkan jadi pendamping program sekolah penggerak berikutnya.”

Dikatakan, pemerintah tidak main asal tunjuk sekolah berfasilitas baik menjadi sekolah penggerak, tetapi melihat kemampuan kepala sekolahnya menjadi Sekolah Penggerak.

Baca Juga :  Ketua DPRD Sulsel Buka Pelatihan Hypnoteaching: Membangun Pendidik Inspiratif di Era 5.0

Harisman menguraikan, topik yang dibahas adalah filosofi Ki Hajar Dewantara yakni, Semua orang adalah guru. Artinya bisa menjadi nara sumber.

Filosofi berikutnya, semua tempat adaalah sumber belajar. Tempat pembelajaran bukan hanya sekolah.

Sementara itu Dr Ayatollah Hidayat MPd mewakili BBGP Sulawesi Selatan pada lokakarya di Wajo menyampaikan, tujuan sekolah yang dicita-citakan adalah peserta didik yang memiliki kompetensi dan karakter Profil Pelajar Pancasila.

“Kepala sekolah hendaknya menjadi pemimpin pembelajaran yang memberdayakan untuk mewujudkan hal tersebut,” katanya.

Ayatollah Hidayat yang menjabat sebagai pengelola peningkatan kompetensi PTK di BBGP Sulsel mengatakan, sekolah hendaknya bersungguh- sungguh memperbaiki rapor pendidikan yang menjadi salah satu indikator keberhasilan sekolah.

Setelah kegiatan pembukaan, peserta lokakarya bergeser ke kelas untuk mendapatkan pendalaman mengenai kepemimpinan sekolah yang didampingi tiga fasilitor.

Mereka adalah: dosen UNM Dr Nurhikmah Msi dan dua akademisi dari Universitas Cokroaminoto Kota Palopo masing-masing Rahmawati Upa dan Rio Fabrika Pasandaran. ***

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Berita Terbaru