TU7UA | Gowa – Komunitas Rumah Literasi kembali menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan budaya baca melalui Camping dan Bedah Buku, Minggu 27 April 2025.
Kegiatan bertajuk Camp Literasi: Camping dan Bedah Buku berlangsung di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, selama dua hari ini berhasil menarik perhatian puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar hingga pegiat literasi.
Camping dan Bedah Buku dengan konsep berkemah di alam terbuka, peserta diajak merasakan pengalaman literasi yang berbeda sambil menikmati keindahan alam pegunungan Belabori.
Selama Camp Literasi, peserta tidak hanya berkemah, tetapi juga mengikuti berbagai rangkaian acara seperti bedah buku, diskusi terbuka, permainan edukatif, dan sesi berbagi pengalaman literasi.
Tujuan utama dari Camping dan Bedah Buku ini adalah menumbuhkan semangat membaca dan menulis, serta mempererat jejaring antar komunitas literasi di Sulawesi Selatan.
Panitia pelaksana memilih Desa Belabori sebagai lokasi kegiatan karena keindahan alamnya dan potensi besar dalam pengembangan literasi masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa membaca dan berdiskusi buku bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, kreatif, dan membangun semangat kolaboratif antar peserta,” ungkap Dzul Rajali, Ketua Komunitas Rumah Literasi.
Dalam sesi bedah buku, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., akademisi dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menjadi pemateri utama. Ia menekankan pentingnya menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda, terutama di era digital yang serba cepat. “Membaca buku bukan hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk karakter kritis dan kreatif,” ujarnya.
Peserta Camp Literasi, seperti Lidia, mahasiswi STKIP YPUP Makassar, mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan saya, tidak hanya soal isi buku, tetapi juga tentang pentingnya komunitas dan diskusi dalam memperkaya pemahaman,” katanya. Sementara itu, Abdul Kadir menyoroti bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi diri, memberikan ketenangan yang jarang didapatkan dalam rutinitas sehari-hari.
Meski tantangan dalam menggerakkan literasi di kalangan muda cukup besar, kegiatan seperti Camping dan Bedah Buku membuktikan bahwa dengan pendekatan kreatif, semangat literasi bisa terus tumbuh. Harapannya, kaum muda tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga berani berkolaborasi dan menjadi agen perubahan dalam membangun budaya baca yang lebih kuat dan berkelanjutan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa literasi bisa dirayakan dengan cara yang menyenangkan, membebaskan, dan bermakna.














