Makassar |TU7UA| TeFa adalah metode pembelajaran yang menggabungkan kurikulum sekolah dengan proses produksi sesuai standar industri, bertujuan untuk mencetak lulusan yang kompeten dan berkarakter melalui pembuatan produk sebagai sarana belajar.
Pada 19-20 November 2024, SMKN 9 Makassar mengadakan workshop TeFa dengan menghadirkan Ir. Nurlaeli Fattah, M.Si., Ketua Kelompok Wanita Bumi Berua Indah Makassar, sebagai narasumber.
Wakasek Kesiswaan Sugiyono, S.ST. Pi., menyampaikan bahwa selain guru dan siswa SMKN 9 Makassar, workshop ini juga melibatkan guru dan siswa dari SMKN 1 Kaimana yang tengah melakukan studi tiru. Kegiatan berlangsung di TeFa “Salapang Food” untuk kompetensi keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI).
Sugiyono berharap kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru mengenai pengembangan TeFa dan menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai jual tinggi.
Nurlaeli Fattah, yang juga Dosen di Politani Pangkep, menjelaskan bahwa model TeFa berbasis industri bertujuan agar produk yang dihasilkan tidak hanya berguna tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan diterima pasar. Sinergi antara SMK dan industri sangat penting dalam kesuksesan TeFa sebagai jembatan kerja sama antara keduanya.
Selain itu, Nurlaeli menjabarkan sembilan nilai penting yang diharapkan dapat berkembang pada siswa melalui pembelajaran TeFa di SMKN 9 Makassar, antara lain: tanggung jawab, kerja sama, kedisiplinan, kemandirian, kreativitas dan inovasi, etika profesi, keterampilan komunikasi, pengembangan diri, serta kemampuan untuk menyambut perubahan.
Muthahharah Muchtar, S.Pi., M.Si., Ketua Kompetensi Keahlian APHPI sekaligus Penanggung Jawab TeFa “Salapang Food”, melaporkan bahwa selama dua hari workshop, sebanyak 17 produk diversifikasi olahan hasil perikanan dihasilkan, antara lain Ebi Furai, Ekado, Dinsum ikan, Abon ikan, dan Nugget ikan.
Produk-produk ini sudah memenuhi standar industri dan dalam waktu dekat akan diproses untuk mendapatkan sertifikasi Halal dan izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar siap dipasarkan.














