Kampus Lorong: Hasil Kolaborasi Komunitas Anak Pelangi dan Komunitas Aruna Ikatuo

- Jurnalis

Minggu, 3 November 2024 - 22:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Kampus Lorong dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan pendidikan berbasis komunitas.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Kampus Lorong dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan pendidikan berbasis komunitas.

TU7UA, Makassar  |  Makassar kini memiliki pusat pembelajaran baru, yaitu Kampus Lorong. Diresmikan pada Minggu 3 November 2024. Kampus Lorong merupakan hasil kolaborasi antara Komunitas Anak Pelangi dan Komunitas Aruna Ikatuo.

Kehadiran Kampus Lorong ini menandai tonggak penting dalam upaya meningkatkan akses pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di daerah tersebut. Dengan dukungan dari berbagai pihak, Kampus Lorong dapat menjadi contoh sukses dalam pengembangan pendidikan berbasis komunitas.

Dengan diluncurkannya Kampus Lorong, komitmen untuk mengembangkan pendidikan berbasis komunitas di Makassar semakin diperkuat. Kampus ini juga dapat menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dari berbagai kalangan dan latar belakang.

Lorong Daeng Jakking, dikenal sebagai Kampung Wisata Literasi, semakin berkembang dengan hadirnya Kampus Lorong, dan mendorong masyarakat untuk lebih kreatif dan inovatif, serta meningkatkan kualitas hidup di daerah tersebut.

Kampus lorong hadir sebagai wadah bagi masyarakat untuk belajar dan mengembangkan diri, sekaligus menjadi contoh nyata dari penerapan Tridharma Perguruan Tinggi.

Membuka sambutan, Ketua Yayasan Aruna Ikatuo Sumarlin Rengko menyampaikan bahwa Kampus Lorong ini tidak bisa terwujud jika hanya seorang diri. “Ini tidak bisa terwujud bukan karena 1 orang atau 1 komunitas saja, ini adalah kolaborasi antara komunitas yang saling mensupport sehingga ini bisa kita laksanakan,” ungkapnya.

“Ini juga dalam upaya mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi yang kita tahu bahwa kita wajib melakukan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Dan Kampus Lorong ini adalah wujud dari pengabdian kepada masyarakat,” tandasnya.

Senada dengan itu, Rektor Kampus Lorong Dr Dirk Sandarupa menyampaikan bahwa lorong Daeng Jakking telah kita sebut sebagai Kampung Wisata Literasi, ” di Lorong Daeng Jakking ini bukan lagi tahap penelitian tapi sudah masuk tahap pengembangan,” ujarnya

Dirk yang juga dosen Pariwisata Unhas ini menceritakan hal ihwal terbentuknya Kampus Lorong. “Saya dengan Kak Maman bertemu di Hotel Claro pada suatu kegiatan, kemudian kami berdiskusi singkat. Setelah itu kami membuat MoU untuk pengajaran dan pembelajaran hingga terbentuknya Kampus Lorong ini.

Baca Juga :  LPS Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Donor Darah Gratis di Lima Kabupaten Sulawesi Selatan dalam Rangka HUT ke-20

Dr Dirk juga memberikan quote inspiratif untuk para mahasiswa yang hadir. “Dunia ini penuh dengan orang-orang pintar, namun kekurangan manusia yang kreatif. Orang pintar mungkin tahu banyak, tetapi orang kreatif tahu bagaimana membuat sesuatu yang berbeda, menambah nilai, dan menciptakan perubahan. Kreativitas adalah nyawa yang harus kita tanamkan dalam diri mahasiswa Kampus Lorong, agar mampu berkontribusi dengan cara unik di tengah masyarakat.

“Visi kami adalah menjadi kampus yang tidak hanya mencetak lulusan dengan kecakapan akademik, tetapi juga individu-individu kreatif yang inovatif, berjiwa sosial, dan mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya

“Semoga Kampus Lorong bisa menjadi tempat di mana setiap orang dapat berkembang, berinovasi, dan menciptakan perubahan nyata bagi dirinya dan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Founder K-Apel dan Kampus Lorong Rahman Rumaday, S.I.Pem menyampaikan bahwa potensi Lorong Daeng Jakking itu sangat besar sehingga jika ingin mencari sesuatu yang lain dia mengharapkan datang ke tempat ini.

“Jika mau Ki cari emas, datang ma Ki ke Lorong Daeng Jakking, semua ada di sini. Semua potensi yang tidak ada di lorong lain, ada di sini. Bahkan program literasi tumbuh berkembang di sini. Sejumlah buku telah terbit dari tempat ini, seperti buku “Surat Cinta untuk Suami” bahkan momen hari ibu pada Desember nanti akan terbit lagi,” tukas penulis Novel Maharku Pedang dan Kain Kafan ini.

Ia menjelaskan setiap program yang lebih kurang 14 tahun ini telah berjalan di Komunitas Anak Pelangi. Ia juga berharap semua dukungan agar terus dilakukan baik itu dari komunitas Aruna Ikatuo yang terdiri dari dosen berbagai kampus, para penggiat literasi, tim media serta dukungan dari pemerintah setempat.

Nasihat menarik disampaikan oleh Prof Rusdin Nawi. Ia menyampaikan bagaimana itu dinamika berorganisasi. “Pesan saya kepada seluruh jajaran pengurus Kampus Lorong, jangan masuk organisasi, kalo tidak mau berbeda, karena tidak ada organisasi yang isinya sama semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Indira Yusuf Ismail Ikon The Power of Emak-Emak 

“Kita harus melibatkan warga. Kampus Lorong ini sangat bagus, karena ini menyentuh ke masyarakat dan semua jajaran pengurus Kampus Lorong harus terlibat aktif,” tutupnya.

Sementara itu, mewakili pemerintah, Sekretaris Kecamatan Tamalate Saddam Musma, S.STP.,M.Si mengawali sambutan dengan menukil satu hadits Rasulullah yang berbunyi: “Khoirunnas anfauhum linnas yang artinya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

“Saya juga mengutip pernyataan Presiden Amerika John F Kennedy, yang menyatakan “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu”. Saya rasa seperti ini lah yang telah dikerjakan di lorong Daeng Jakking ini, dengan berbagai kegiatannya,” ungkapnya.

“Di Kota Makassar, terdiri dari 153 kelurahan dan terkhusus di Kecamatan Tamalate terdiri dari 11 lorong dan 21 lorong wisata. Saya harapkan Kampus Lorong di Daeng Jakking ini, bisa menyebar ke seluruh lorong,” tutur Mantan Lurah berprestasi tingkat nasional ini.

Saddam juga menyampaikan bahwa dalam menjalankan amanah mewakili pemerintah kota, dia menerapkan dinamic government dengan konsep 3S yaitu sipakatau, sipakalabbi dan sipakainga.

“Bahkan dalam menjalankan pemerintahan, saya mengharapkan para RT/RW agar memiliki kecerdasan, keterampilan dan juga berintegritas. Dari ketiganya itu saya menekankan integritas atau adab dalam menjalankan program pemerintah. Kami dari Pemerintah Kecamatan Tamalate akan terus mendukung program Kampus Lorong ini, agar dapat menjadi contoh bagi lorong lain yang ada di Makassar,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan atas Kampus Lorong Saddam Musma mengutip satu ikrar dalam upacara adat Angngaru’: “Ikau jarung karaeng (engkau ibarat jarum karaeng) Naikambe bannang panjai (aku ibarat benang jahit) Ta’leko jarung (menembuslah jarum) Namminawang bannang panjai (aku akan ikut bekas jejakmu).

Usai melakukan launching Kampus Lorong, Founder Kampus Lorong Rahman Rumaday mengirimkan rilis susunan pengurus (kabinet) Kampus Lorong. Menurutnya, susunan pengurus atau kabinet Kampus Lorong ini, menandakan profesionalisme dan keseriusan dalam mengembangkan pendidikan berbasis lorong ini.

 

 

 

Berita Terkait

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Tigalapan Indonesia dan Rumah Zakat Sulsel Berbagi Kebahagiaan untuk Janda Dhuafa dan Lansia di Rappokalling  
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Sabtu, 1 November 2025 - 19:56 WIB

K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:58 WIB

Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah

Selasa, 30 September 2025 - 23:44 WIB

Menghidupkan Warisan Rasulullah: K-apel Gelar Maulid dengan Semangat Persaudaraan dan Literasi di Makassar

Berita Terbaru

Berita

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Nov 2025 - 19:10 WIB