TU7UA, Bantaeng | Penjabat (PJ) Bupati Bantaeng, Dr. Andi Abubakar, M.Si, secara resmi membuka Workshop Sistem Informasi Kearsipan Nasional (SIKN) dan Jaringan Informasi Kearsipan Nasional (JIKN) pada Jumat (15/11/2024) di Hotel Kirey Bantaeng.
Andi Abubakar, yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Manajemen Kinerja, Keuangan, dan Organisasi di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), menekankan bahwa workshop SIKN/JIKN ini sangat penting bagi seluruh aparat pemerintahan di lingkungan Pemkab Bantaeng.
Ia menjelaskan bahwa secara umum, SIKN dan JIKN adalah aplikasi dan jaringan yang dirancang untuk mengelola dan menyajikan informasi arsip nasional. Workshop ini bertujuan agar setiap instansi, khususnya OPD, dapat menyediakan layanan arsip yang lengkap, cepat, tepat, mudah, dan murah, baik untuk arsip dinamis maupun statis.
Lebih lanjut, Andi Abubakar menambahkan bahwa SIKN dan JIKN juga berfungsi untuk mengintegrasikan data arsip yang tersebar di seluruh Indonesia, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan kepada publik.
Andi Abubakar berharap agar peserta workshop dapat mengambil banyak manfaat dari pemateri utama, Deputi Bidang Sistem dan Informasi Kearsipan Nasional ANRI, Dr. Andi Kasman, SE., MM.
Sementara itu, Dr. Basri, S.Pd., M.Pd, yang mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, menjelaskan bahwa SIKN/JIKN merupakan sistem yang merupakan implementasi dari Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Ia juga menjelaskan tentang aplikasi Srikandi, yang merupakan Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi yang digunakan saat ini, dan bagaimana SIKN dan JIKN mendukung pengelolaan arsip nasional.
“SIKN adalah aplikasi untuk memasukkan informasi kearsipan, sementara JIKN adalah website yang digunakan untuk mempublikasikan arsip yang telah diunggah melalui SIKN,” ujar Dr. Basri. Ia menambahkan bahwa data yang terdapat di SIKN dan JIKN meliputi berbagai elemen, seperti kode unik, judul, tanggal penciptaan, klasifikasi arsip, dan lainnya.
Dr. Basri juga mengungkapkan bahwa Dispus Arsip Provinsi Sulsel terus memperkuat pelaksanaan bimbingan teknis dan workshop terkait SIKN/JIKN, yang kini diimplementasikan dengan aplikasi Srikandi. Ia menghargai perhatian Pemkab Bantaeng terhadap pentingnya kearsipan, dan mengingatkan peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Selain peserta dari OPD Pemkab Bantaeng, workshop ini juga dihadiri oleh sejumlah arsiparis dari Pemprov Sulsel, termasuk Irzal Natsir, SE., M.Si, Malluluang, S.Sos, Hartani Hambali, SAP., MAP, Andi Bachtiar, S.Sos, dan M. Nurdin.














