TU7UA | Makassar — Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) secara tegas mendukung Prabowo Subianto dalam membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.
Abduh Bakry Pabe, mantan aktivis 98, menyoroti bahwa meskipun buruh memiliki peran penting dalam perekonomian, suara mereka sering diabaikan oleh penguasa.
“Buruh sering kali hanya dianggap sebagai kebutuhan sementara oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dan mereka ditinggalkan setelah masuk dalam lingkaran kekuasaan,” ungkap Abduh.
Kondisi ini sangat ironis, mengingat para pemodal dan birokrasi justru mendapatkan keuntungan besar dari upah buruh yang jauh dari memadai.
Politisi PAN Dukung Prabowo Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional, Abduh menegaskan bahwa, buruh sebenarnya merupakan aset berharga yang dapat memberikan keuntungan signifikan bagi dunia usaha.
“Nilai tambah rata-rata setiap pekerja per tahun di industri pangan mencapai 9,3 juta, dan di industri barang kapital sebesar 16,7 juta, atau setara dengan 10,5 juta di semua sektor industri,” jelasnya.
Kenyataan ini menunjukkan bahwa pengusaha memiliki kemampuan untuk meningkatkan upah buruh, namun ketimpangan antara upah yang diterima buruh dan keuntungan yang diperoleh pengusaha tetap mencolok.
Tuntutan buruh untuk perbaikan kesejahteraan melalui kenaikan upah, terutama saat Peringatan May Day 2025, sering kali tidak mendapatkan respons yang memadai dari pihak yang bertanggung jawab.
Menanggapi realitas ini, PAN, sebagai salah satu partai pengusung Prabowo-Gibran (Politisi PAN Dukung Prabowo Bentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional) berkomitmen untuk mendukung pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional.
Dewan ini akan bertanggung jawab melakukan kajian komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.
“Kami mengapresiasi rencana ini sebagai upaya untuk memastikan terciptanya ekosistem dunia usaha yang kondusif bagi pembangunan nasional,” tambah Abduh, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
PAN siap mengambil peran aktif demi mewujudkan cita-cita tersebut.
Dengan dukungan ini, diharapkan kesejahteraan buruh dapat meningkat dan suara mereka didengar dalam pengambilan keputusan yang berdampak pada kehidupan mereka.














