Perayaan Hari Jadi Pustakawan Indonesia ke-52 di Perpustakaan Unhas
TU7UA | Makassar — Semarak Sederhana di Tengah Pentingnya Peran Pustakawan, Perpustakaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar merayakan Hari Jadi Pustakawan Indonesia ke-52 pada Senin, 7 Juli 2025, di Lounge Perpustakaan Unhas.

Acara sederhana namun meriah ini diisi dengan berbagai kegiatan yang menekankan pentingnya peran pustakawan dalam perkembangan literasi bangsa.
Dr. Fierenziana G. Junus, S.S., M.Hum., Kepala Perpustakaan Unhas, menyampaikan ucapan selamat melalui pesan singkat dan video kepada seluruh pustakawan.
Mewakili Kepala Perpustakaan Unhas, Dr. Iskandar, S.Sos., M.M., Ketua Divisi Layanan dan Penjaminan Mutu, memberikan sambutan yang menyoroti Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Ia menekankan tiga hal penting bagi pustakawan: peningkatan kompetensi, peningkatan karier, dan kerja sama. Dr. Iskandar juga menegaskan bahwa usulan peningkatan karier pustakawan kini diajukan oleh instansi, bukan lagi organisasi profesi, kepada Kemenpan RB.
Ia sangat optimis akan keberlanjutan Perpustakaan Unhas dalam mendukung literasi.
Suasana semakin meriah dengan pembacaan puisi “Pustakawan untuk Negeriku” dan pantun oleh Andi Nasri Abduh, Staff Public Relation dan Pustakawan Ahli Pertama.
Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Andi Milu Marguna, S.Sos., M.M., Ketua Divisi Pengembangan SDM dan Publikasi Ilmiah, dengan potongan pertama diberikan kepada Hasyim, S.Sos., MM., Kepala Tata Usaha Perpustakaan Unhas.
Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, beserta Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014, menetapkan tugas pokok pustakawan meliputi pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, dan pengembangan sistem kepustakawanan.
Tugas-tugas ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan koleksi (fisik dan digital), layanan referensi dan informasi, bimbingan pemustaka, hingga pengembangan sistem otomasi perpustakaan dan penerapan teknologi informasi.
Pustakawan juga berperan penting dalam melestarikan koleksi, melakukan dokumentasi, menyebarkan informasi, dan mendukung penelitian serta literasi.
Perayaan ini menjadi pengingat akan peran krusial pustakawan dalam memajukan literasi dan mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat.














