Membangun Kesadaran Hukum: Peran Mahasiswa dalam Mendukung Komisi Yudisial Melalui Program Goes to Campus

- Jurnalis

Senin, 11 Agustus 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Makassar  —  Komisi Yudisial (KY) sebagai lembaga negara yang bertugas mengawasi perilaku hakim, memiliki peran sentral dalam menjaga marwah dan integritas peradilan di Indonesia. Dalam rangka memperingati dua dekade eksistensinya, Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Sulawesi Selatan (SulSel) menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk “Komisi Yudisial Goes to Campus”. Acara ini, yang mengusung tema “Peran Penghubung KY: Dua Dekade Menjaga dan Menegakkan Integritas Hakim”, dilaksanakan di Universitas Islam Makassar (UIM) pada 11 Agustus 2025, dengan melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum UIM sebagai peserta.

Kegiatan Goes to Campus ini merupakan langkah strategis dalam mendekatkan KY dengan generasi muda, khususnya mahasiswa hukum. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai peran dan fungsi KY, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya integritas dalam dunia peradilan. Lebih dari itu, kegiatan ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif mahasiswa dalam mendukung tugas-tugas KY, demi terwujudnya peradilan yang bersih dan berwibawa.

Baca Juga :  Lokakarya Kurikulum Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Pancasakti Makassar

Dekan Fakultas Hukum UIM, Dr. H. Nurdin, S.H., M.H., dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PKY SulSel dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kerjasama antara perguruan tinggi dan KY sangat penting dalam menciptakan peradilan yang bersih dan berintegritas. Mahasiswa, sebagai calon penegak hukum dan etik, diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga integritas sejak dini.

Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi yang menghadirkan dua narasumber kompeten. Azwar Mahis, S.H., M.H., selaku Koordinator Penghubung KY SulSel, memaparkan secara komprehensif mengenai peran dan tugas KY dalam mewujudkan peradilan yang bersih. Ia menjelaskan bagaimana KY berperan dalam mengawasi perilaku hakim, menerima laporan dari masyarakat, serta melakukan advokasi terhadap hakim yang terancam. Sementara itu, Dr. Andi Arfan Sahabuddin, S.H., M.H., selaku Wakil Dekan Fakultas Hukum UIM, memberikan perspektif mengenai peran mahasiswa dalam mendukung tugas KY. Beliau mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi agen perubahan yang aktif dalam mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi pelanggaran kode etik oleh hakim.

Baca Juga :  Dari Daun Pandan, Menuju Kemandirian Ekonomi: Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Alami

Melalui kegiatan Goes to Campus ini, PKY SulSel berharap dapat menginspirasi mahasiswa untuk lebih peduli terhadap isu-isu peradilan dan berani mengambil peran dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan berintegritas. Mahasiswa diharapkan dapat menjadi mata dan telinga KY di masyarakat, serta menjadi agen sosialisasi yang efektif dalam menyebarkan informasi mengenai peran dan fungsi KY.

Dua dekade bukanlah waktu yang singkat. KY telah melewati berbagai tantangan dan rintangan dalam menjalankan tugasnya. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa, KY akan semakin kuat dan mampu mewujudkan peradilan yang bersih dan berwibawa di Indonesia.

 

Divisi Sosialisasi, Edukasi dan Pengembangan Jejaring

Penghubung KY SulSel

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Dua Figur Jadi Tersangka Polda Sulsel, Upaya Kuasa Hukum Lakukan Praperadilan Kedua Gagal
Ketiadaan Termohon Polda Sulsel Membuat Sidang Gugatan Keabsahan Tersangka Tertunda
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Selasa, 16 Desember 2025 - 17:19 WIB

Ketiadaan Termohon Polda Sulsel Membuat Sidang Gugatan Keabsahan Tersangka Tertunda

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Berita Terbaru