Imunisasi Tertunda: Ancaman Kesehatan Bayi di Luwu

- Jurnalis

Selasa, 18 Maret 2025 - 07:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Luwu — Dengan kekosongan vaksin BCG dan DPT-HB-Hib, banyak bayi di Luwu terpaksa menunda imunisasi mereka. Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa penundaan ini dapat menyebabkan lonjakan penyakit yang seharusnya dapat dicegah.

Apa langkah selanjutnya dari pemerintah?

Di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, Puskesmas di Kabupaten Luwu mengalami kekosongan stok vaksin.

Akibatnya, banyak bayi yang seharusnya mendapatkan imunisasi terpaksa menunggu, berpotensi meningkatkan risiko penyakit serius. Apakah Pemkab Luwu akan mengambil tindakan?

Keseriusan dan perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan untuk menjamin kesehatan bayi patut dipertanyakan.

Pemkab Luwu melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dinilai lalai dan kurang peduli terhadap ketersedian obat vaksin.

Pasalnya, pelayanan imunisasi untuk bayi sehat di Posyandu dan Puskesmas Kab Luwu tidak didukung ketersediaan vaksin.

Dimana, jenis vaksin yang seharusnya diberikan kepada bayi ternyata kosong. Sehingga program prioritas bidang kesehatan kabupaten Luwu ternoda.

Seperti yang dikeluhkan Ketua PD IWO Ikatan Wartawan Online Luwu Raya, Jumardi di Posyandu Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, beberapa waktu lalu.

Cucunya umur 2 bulan tidak mendapat Vaksin BCG karena kekosongan vaksin tersebut. Padahal sesuai aturan anjuran kesehatan setelah bayi umur 1 bulan harus mendapat imunisasi vaksin BCG, POLIO TETES 1 dan setelah bayi 2 bulan harus mendapat vaksin DPT-HB-Hib 1, POLIO TETES 2, ROTA VIRUS dan PCV 1.

Baca Juga :  Mahasiswa Universitas Indonesia Timur Makassar Lakukan Penelitian di BugisPos.com

“Saat imunisasi bulan Februari lalu, vaksin BCG belum dapat dan dijanjikan bulan Maret ini memenuhi imunasi yang tertinggal. Ternyata bulan Maret ini vaksin ini belum juga dapat, sama halnya dengan vaksin DPT-HB-Hib 1,” sebut Jumardi.

Begitu juga dengan jenis vaksin PCV 1, seyogianya vaksin tersebut sudah saatnya diberikan untuk Bayi 2 bulan. Tetapi, Jumardi mengaku pada saat jadwal imunisasi ke Posyandu Selasa (11/3/2025) tidak dapat juga. Alasan petugas Posyandu, Vaksin lagi kosong sudah beberapa bulan.

Jumardi menyayangkan kekosongan vaksin BCG, BCG, POLIO TETES 1, Ia khawatir kondisi tersebut akan berlarut-larut dan memunculkan wabah penyakit bagi bayi di bawah usia satu tahun.

“Kalau stok habis yang dirugikan anak-anak. Paling kita takutkan terjadinya lonjakan kasus yang sebenarnya bisa dihindari dengan pemberian vaksin seperti difteri, campak, tetanus, dan hepatitis B,” ujarnya.

Dia menyebut selain berimbas pada kesehatan bayi, kelangkaan vaksin BCG dan Lain – lain juga akan mengacaukan jadwal imunisasi lantaran adanya penundaan imuninasi. “Ini akan jadi hambatan karena BCG bagi imunisasi bayi itu sangat penting. Seharusnya ini tidak terjadi karena bisa diantisipasi oleh pemerintah,” ungkapnya

Baca Juga :  Tebar Berkah Daging YBM PLN UIP3B Sulawesi: Merajut Kebahagiaan Idul Adha di Kelurahan Parang Tambung

Menurut, petugas Posyandu di Desa Tanarigella, Kec Bua, yang tidak ingin di sebutkan namanya, sudah beberapa bulan vaksin imunisasi kosong. Vaksin tersebut disalurkan melalui Dinkes Kab Luwu. .

Petugas tersebut pun merasa kurang enak sama warga karena tidak menyanggupi kebutuhan vaksin. Sementara kegiatan imunisasi harus tetap dilaksanakan.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kab Luwu Dr Rosnawari saat di hubungi Via WA tidak memberi komentar apapun tentang persolan ini dengan alasan dia lagi rapat di makassar dan di arahkan ke Jumiati selaku penanggung jawab gudang dan farmasi, namun sayangnya Jumiati tidak merespon panggilan telpon via WA tersebut.

Diketahui, anak yang tidak menerima imunisasi rentan mengalami berbagai macam penyakit. Tetapi dengan melakukan imunisasi akan dapat mencegah berbagai penyakit seperti hepatitis, TBC, batuk rejan dan difteri._JAS/@_

Berita Terkait

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Sabtu, 1 November 2025 - 19:56 WIB

K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Berita Terbaru