Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

- Jurnalis

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Makassar  —  Suasana penuh kehangatan dan semangat literasi menyelimuti BSI UKM Center, Jalan S. Saddang, Makassar, saat buku antologi bertajuk Koordinat Rasa resmi diluncurkan pada Senin (3/11/2025).

Buku ini merupakan karya kolaboratif sepuluh penulis: Asrul Sani Abu, Heny Suhaeny, Rahman Rumaday, Ratna Sari, Risnawati Anwas, Zulhikma Julinda, Gerhanita Syam, Alifah Nurkhairina, Dirk Sandarupa, dan nasRI A. Muhammad Abduh. yang bersama-sama menulis tentang perasaan, pengalaman, dan renungan hidup dalam bingkai refleksi pribadi.

Peluncuran buku ini dihadiri oleh sejumlah pegiat literasi Sulawesi Selatan, di antaranya Yudhistira Sukatanya dan Andi Rosnawati, yang turut memberikan apresiasi atas lahirnya karya yang memadukan keindahan bahasa dan kedalaman makna ini.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan Kota Makassar yang diwakili oleh Bapak Tulus Wulan Juni, S.Sos. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi literasi di tengah arus digital.

“Literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tapi bagaimana kita menanamkan nilai kemanusiaan dan kesadaran diri dalam setiap karya. Juga bagaimana kita mengikat makna dalam setiap pengalaman. Koordinat Rasa ini menunjukkan bahwa rasa adalah peta yang menyatukan kita dalam keberagaman pikiran,” ujarnya

Baca Juga :  Kegiatan Senam Lansia Rutin Rumah Zakat Sulsel, Mahasiswa BKP UNM Ikuti dengan Antusias

Dalam sesi bincang, Prof. Dr. H. Muhammad Asdar, SE., M.Si., CWM – Presiden Projas Institute, Ketua Senat FEB Universitas Hasanuddin, sekaligus Ketua Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sulawesi Selatan-mengapresiasi kedalaman pesan yang dihadirkan yang terkandung dalam antologi tersebut

“Buku ini menuntun pembaca pada perjalanan rasa. Setiap penulis membawa peta batinnya masing-masing, tetapi bertemu pada satu koordinat yang sama yaitu kemanusiaan dan kesadaran akan makna hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Drs. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum, – akademisi, penulis, dan tokoh pers nasional, menilai kehadiran buku Koordinat Rasa sebagai bukti bahwa literasi terus menemukan ruang baru di tengah perkembangan zaman.

“Kehadiran Koordinat Rasa bagi saya membuktikan bahwa dunia literasi semakin merebut banyak hati, ditingkahi perkembangan teknologi informasi yang ikut menjadi ‘dewa penolong’. Para penulis telah menolehkan sejarah, paling tidak tentang diri dan pengalamannya sendiri. Sejarah lahir tidak saja dari peristiwa-peristiwa besar, tetapi juga mewujud dari kisah insaniah kecil setiap orang yang mewartakan kehidupannya,” tutur Dr. Dahlan.

Baca Juga :  Sosialisasi Putri Dakka, Ratusan Warga Banjiri Lapangan Sepakbola Desa Lara

ia juga menambahkan kutipan reflektif dari dua tokoh dunia : “Hidup adalah serangkaian pengalaman: setiap pengalaman membuat kita lebih besar, walaupun kita tidak menyadarinya,” ~ Henry Ford, pengusaha Amerika kelahiran 30 Juli 1863 dan meninggal 7 April 1947, yang terkenal dengan merek mobil legendarisnya.

Sementara Viscount Samuel, seorang politikus liberal asal Inggris, menimpali: “Seni hidup adalah seni menggunakan pengalaman-pengalaman Anda sendiri dan pengalaman orang lain.”

Dr. Dahlan menutup ulasannya yaitu “Sepuluh orang di dalam Koordinat Rasa ini telah menunaikan pesan kedua sosok hebat tersebut.”

Acara peluncuran dan bincang buku ini dipandu dengan hangat oleh Dr. Filawati, S.Pd., M.Hum, yang menjaga jalannya diskusi tetap hidup dan reflektif. Bagi para penulis, Koordinat Rasa bukan hanya buku, tetapi ruang perjumpaan antara pengalaman, rasa, dan makna yang abadi.

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru