TU7UA | Makassar — Inisiatif Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, dalam Program Hafalan Al-Quran yang mewajibkan seluruh pimpinan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang beragama Islam untuk menghafal Al-Quran, telah mendapatkan apresiasi dan dukungan positif dari berbagai pihak.
Salah satu dukungan tersebut datang dari Wakil Ketua Umum Ikatan Kerukunan Alumni (IKA) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd. Dukungan ini bukan sekadar pernyataan simpati, melainkan mencerminkan keselarasan program tersebut dengan visi dan misi pembangunan karakter bangsa yang lebih luas.
Dr. H. Basri melihat program hafalan Al-Quran ini sebagai langkah strategis dalam membentuk karakter dan menanamkan nilai-nilai keagamaan bagi ASN. Beliau berpendapat bahwa ASN yang memiliki pemahaman dan penghayatan agama yang kuat akan memberikan pelayanan publik yang lebih baik, lebih berintegritas, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan visi BKPRMI Sulawesi Selatan untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat (marhamah) dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat penguatan ukhuwah, pendidikan keagamaan, layanan sosial, dan pemberdayaan masyarakat, program ini menjadi bagian integral dari upaya membentuk masyarakat yang religius dan bertanggung jawab.
Apresiasi Dr. H. Basri terhadap program ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
BKPRMI, dengan pengalaman dan jaringan yang luas dalam bidang keagamaan, dapat berperan aktif dalam mendukung implementasi program hafalan Al-Quran ini.
Dukungan ini bukan hanya verbal, tetapi juga diharapkan akan terwujud dalam bentuk kerjasama konkrit dalam pelatihan, bimbingan, dan penyediaan sumber daya yang dibutuhkan.
Program ini bukan tanpa tantangan. Implementasinya memerlukan perencanaan yang matang, pengawasan yang ketat, dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder.
Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BKPRMI, program hafalan Al-Quran ini berpotensi besar untuk mencapai tujuannya, yaitu membentuk ASN yang berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Keberhasilan program ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan karakter bangsa.














