TU7UA | Makassar – Kabar membanggakan datang dari alumni Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar. Marselina Meo Rio, seorang lulusan Program Studi DIII Kebidanan tahun 2016 dari Fakultas Keperawatan UIT, berhasil meraih posisi di HOM Hospital, sebuah rumah sakit pemerintah terkemuka di Kuwait. Sebelumnya, Marselina telah memiliki pengalaman berharga bekerja di sebuah rumah sakit di Arab Saudi.

Pada hari Senin, 11 Agustus 2025, Marselina berbagi cerita tentang perjalanan suksesnya dalam seleksi yang sangat kompetitif di rumah sakit tersebut. “Saya sangat bersyukur bisa diterima di HOM Hospital Kuwait setelah melalui proses seleksi yang ketat dengan ribuan peserta dari berbagai negara. Dari Indonesia, hanya 80 orang yang berhasil lolos, dan saya bangga menjadi salah satunya serta membawa nama baik Universitas Indonesia Timur,” ungkapnya.
Marselina menekankan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama studinya di UIT menjadi fondasi penting dalam menghadapi persaingan di dunia kerja internasional. “Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari DIII Kebidanan Universitas Indonesia Timur. Ilmu yang saya peroleh sangat bermanfaat dan dapat saya terapkan secara langsung di lapangan. Ini membuktikan bahwa lulusan UIT mampu bersaing dengan alumni dari perguruan tinggi lain di luar negeri,” tambahnya dengan semangat.
Ia juga memberikan pesan inspiratif kepada mahasiswa dan generasi muda untuk selalu percaya diri dan tekun dalam belajar. “Jangan pernah meragukan kemampuan diri sendiri. Universitas Indonesia Timur Makassar adalah institusi yang patut diperhitungkan di kancah internasional. Mari kita belajar dengan sungguh-sungguh demi meraih masa depan yang gemilang,” pesan Marselina.
Prestasi yang diraih oleh Marselina ini adalah bukti nyata bahwa sumber daya manusia Indonesia, khususnya dari Makassar, memiliki daya saing yang tinggi di tingkat global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa UIT dan generasi muda Indonesia untuk terus bermimpi besar dan berani menggapai cita-cita di panggung dunia.
(Humas UIT/ Beddu Lahi, Affandy Agusman Aris)














