AI dan Media : Ancaman dan Peluang di Era Digital Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 28 Januari 2025 - 18:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Media, Media Diskusi, dengan tema “Media vs Artificial Intelligence” Selasa, 28 Januari 2025 diselenggarakan oleh JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Sulawesi Selatan bersama Komunitas Kafe Baca di Makassar.

Diskusi Media, Media Diskusi, dengan tema “Media vs Artificial Intelligence” Selasa, 28 Januari 2025 diselenggarakan oleh JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Sulawesi Selatan bersama Komunitas Kafe Baca di Makassar.

Makassar |TU7UA| Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jurnalis Online (JOIN) Sulawesi Selatan, Dr. Arry Abdi Syalman, menekankan pentingnya memahami tantangan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam media, yang tidak dapat menggantikan kecerdasan manusia.

Membuka secara resmi diskusi bertema “Media dan Artificial Intelligence,” ia mengungkapkan kekhawatiran tentang dampak media sosial dan kurangnya regulasi di Indonesia, di mana penggunaan media sosial sangat tinggi tanpa adanya undang-undang siber yang memadai.

Arry juga menyoroti perlunya edukasi bagi pembaca mengenai dampak penggunaan media sosial yang tidak bijak dan pentingnya sertifikasi profesional bagi jurnalis. Ia mengajak peserta untuk cerdas dalam menggunakan dunia maya dan berharap adanya penataan yang lebih baik dalam bisnis media siber di masa depan.

Diskusi mengenai peran kecerdasan buatan (AI) dalam jurnalisme, Dr Dahlan Abubakar, seorang Tokoh Pers yang juga Penguji Kompetensi Wartawan Dewan Pers dan Akademisi menegaskan bahwa AI dapat menjadi alat bantu yang signifikan bagi jurnalis muda.

Baca Juga :  Pascasarjana Unpacti Makassar Membentuk Pusat Studi Kebijakan dan Pengembangan

Menjadi narasumber pada acara yang diselenggarakan oleh JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Sulawesi Selatan bersama Komunitas Kafe Baca, ia menyatakan bahwa AI dapat membantu dalam menghasilkan karya jurnalistik dengan menyediakan informasi dan data yang diperlukan.

Bersama Dahlan Abubakar sebagai narasumber dalam diskusi, Fredrich Kuen, Direktur Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan Phinisi Pers Multimedia Training Center (P2MTC) yang juga Asesor Kompetensi Pers BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) dan mantan General Manager (GM) Perum LKBN ANTARA menjelaskan bahwa adaptasi berarti menerima AI secara penuh, sedangkan kolaborasi berarti memanfaatkan AI untuk tujuan positif dan terbatas.

Dalam paparannya, Fredrich menyoroti sisi positif AI yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja jurnalis. AI mampu menampilkan data dengan cepat dan melakukan analisis berbasis algoritma, yang dapat mendukung penulisan berita mendalam. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya pengecekan ganda untuk memastikan akurasi informasi yang dihasilkan oleh AI.

Baca Juga :  Prof. Dr. Wahyuddin Hamid Nahkodai Fakultas Sospol UIT Makassar: Siap Hadapi Akreditasi

Mitha Mayestika, seorang mahasiswi pasca sarjana di Universitas Hasanuddin dan dosen di UIT dan UT, juga menambahkan bahwa AI tidak perlu dianggap sebagai ancaman bagi fotografi dan videografi. Meskipun AI dapat membantu dalam pengeditan dan tugas-tugas repetitif, kredibilitas dan kejujuran yang dihasilkan oleh fotografer manusia tetap menjadi faktor penting dalam fotografi jurnalistik.

Diskusi menyoroti pentingnya kolaborasi antara jurnalis dan teknologi, di mana AI dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja jurnalis, tanpa mengesampingkan nilai-nilai etika dan kejujuran yang harus dijunjung tinggi dalam dunia jurnalistik.

Diskusi Media, Media Diskusi, dengan tema “Media vs Artificial Intelligence” Selasa, 28 Januari 2025 diselenggarakan oleh JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Sulawesi Selatan bersama Komunitas Kafe Baca di Makassar.

Diskusi dibuka secara resmi oleh Ketua JOIN Sulsel, Dr Arry Abdi Salman, S.I.Kom, SH, MH, CPCE, CPM. Dihadiri puluhan wartawan senior, budayawan, sastrawan, dan akademisi.

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru