Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

- Jurnalis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Makassar  —  Sebuah buku antologi berjudul “Koordinat Rasa” akan segera hadir di tengah masyarakat, buah karya dari sepuluh penulis dengan latar belakang dan pengalaman yang beragam. Buku ini merupakan refleksi mendalam dan puitis yang merangkum perjalanan batin, perenungan hidup, serta makna kemanusiaan dalam 160 halaman yang kaya akan rasa. Penerbitan buku ini diinisiasi oleh Kampus Literasi Indonesia sebagai wujud kolaborasi literasi yang bertujuan untuk menghidupkan semangat menulis dengan sentuhan rasa yang mendalam.

Kesepuluh penulis yang terlibat dalam proyek ini adalah Asrul Sani Abu, Heny Suhaeny, Rahman Rumaday, Ratna Sari, Risnawati Anwas, Gerhanita Syam, Zulhikma Julinda, Alifah Nurkhairina, Dirk Sandarupa, dan Nasri A. Muhammad Abduh. Masing-masing penulis membawa gaya dan warna penulisan yang unik, ada yang menyumbangkan satu tulisan, sementara yang lain menulis hingga empat karya dalam antologi ini.

Dalam “Koordinat Rasa,” setiap penulis menandai koordinatnya sendiri melalui kisah, refleksi, dan puisi yang menggugah. Asrul Sani Abu, misalnya, menyumbangkan tiga karya yang menyinggung perjalanan batin manusia, yaitu “Perbedaan Teman, Sahabat, Bestie, dan Cinta,” “Rasa Ketika Harus Berpisah,” dan “Dari Hati, Menebar Makna.” Heny Suhaeny hadir dengan tulisan “Jalan Menebar Manfaat” dan “Pulih Bersama Takdir,” yang menegaskan semangat untuk bangkit dan berbuat baik dalam setiap fase kehidupan.

Baca Juga :  Kali Ini Munte dan Bantimurung Luwu Utara Lokasi Putri Dakka Berbagi Kebaikan

Rahman Rumaday, yang juga berperan sebagai penyelaras buku ini, menyumbangkan empat karya yang sarat dengan perenungan dan observasi sosial, antara lain “Transfusi Ide,” “Diagnosa,” “Teman Itu Memantik, Bukan Memadamkan,” serta “Jalan Raya dan Suara yang Tak Didengar.” Menurut Rahman, menulis bukan hanya tentang menuangkan kata-kata, tetapi juga tentang menemukan kembali diri dan rasa. “Koordinat Rasa adalah peta batin yang membawa pembaca pulang ke makna,” ujarnya.

Ratna Sari mempersembahkan empat karya yang bernuansa laut dan kehidupan, yaitu “Perjalanan Menenun Laut,” “Dari Tanah Doang,” “Nyanyian Penenun Buih Samudra,” dan “Senja, Laut, dan Inovasi.” Risnawati Anwas menulis tentang akar dan makna asal dalam “Langkah Kecil dari Tamaona,” sementara Gerhanita Syam menghadirkan renungan ekologis dalam “Rumah Tumbuh yang Bernapas.” Zulhikma Julinda menyalurkan kehangatan melalui dua tulisan bertajuk “Hidup Selalu Ada Hikmah” dan “Senyuman di Balik Lelah Hati.”

Baca Juga :  Rumah Zakat Gelar Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan

Alifah Nurkhairina menghadirkan cerita reflektif tentang rasa dan perasaan dalam “Seseorang yang Kusuka,” Dirk Sandarupa menggugah pembaca lewat “Jejak Pulang Bermakna,” dan Nasri A. Muhammad Abduh menutup kumpulan ini dengan tulisan inspiratif “Antara Aku, Buku, dan Guruku.”

“Koordinat Rasa” tidak hanya menjadi wadah bagi para penulis untuk mengekspresikan perasaan terdalam mereka, tetapi juga menjadi jembatan antara pengalaman pribadi dan kebijaksanaan universal. Setiap tulisan di dalamnya beresonansi dengan tema-tema universal seperti cinta, kehilangan, perjalanan, dan kebangkitan, membentuk mozaik rasa yang utuh dan manusiawi.

Peluncuran resmi buku “Koordinat Rasa” rencananya akan digelar dalam waktu dekat oleh kesepuluh penulis, disertai dengan sesi bedah buku dan diskusi publik yang menarik.

“Semoga buku ini menjadi penanda bahwa literasi bukan hanya sebatas aktivitas menulis dan membaca, tetapi juga perjalanan menemukan rasa dan makna hidup,” tutup Rahman Rumaday, yang akrab disapa Bang Maman.

 

 

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru