Enam Tahun Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia: Bedah Novel “Manusia Belang” Jadi Puncak Perayaan

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA | Gowa  –  Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia merayakan enam tahun eksistensinya dalam melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia dengan menggelar acara bedah novel “Manusia Belang” karya Alfian Dippahatang. Acara bertema “Merawat Perubahan, Menghidupkan Inspirasi” ini berlangsung meriah di Sekretariat Komunitas Rumah Literasi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, pada hari Minggu, 10 Agustus 2025.

Acara yang merupakan kolaborasi antara Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia dan Rumah Literasi ini, berhasil menarik perhatian para pecinta sastra, penggiat literasi, dan penikmat buku. Suasana hangat dan penuh antusiasme terasa sepanjang acara, di mana para peserta berdiskusi mendalam mengenai pesan-pesan yang terkandung dalam novel “Manusia Belang.” Novel ini sendiri mengangkat tema kompleksitas kehidupan manusia, lengkap dengan dinamika sosial dan budaya yang melingkupinya.

Dzul Rajali, Ketua Komunitas Rumah Literasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini. Ia berharap, “Bedah novel ini bukan sekadar diskusi, tetapi jembatan yang menghubungkan pemikiran penulis dan jiwa pembaca. Kami berharap momen ini menginspirasi generasi muda untuk terus membaca, menulis, dan menghidupkan semangat literasi di setiap sudut Pattallassang.”

Baca Juga :  Pata-Dhevy Tegaskan Visi Misi di Debat Publik II

Alfian Dippahatang, penulis “Manusia Belang” yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas, menekankan pentingnya karya sastra sebagai cermin realitas kehidupan. “Melalui diskusi ini, kita tidak hanya membaca teks, tetapi menggali makna yang tersembunyi di dalamnya. Semoga karya ini memicu kecintaan pada sastra dan mendorong lahirnya karya-karya bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dr. Filawati, S.S., M.Pd., dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar, yang hadir sebagai pembedah, memberikan pujian atas kedalaman tema yang diangkat dalam novel ini. “Karya ini membentangkan kain kehidupan dengan segala corak dan warna, mengajak kita merenung dan berempati. Sastra adalah jendela untuk melihat dunia dengan lebih mendalam,” jelasnya.

Ketua Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia, Dr. Sumarlin Rengko HR, S.S., M.Hum., mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara kecintaan terhadap sastra dan budaya. “Setiap kata yang kita baca adalah jendela menuju dunia baru; setiap diskusi adalah jembatan saling memahami. Mari kita bangun komunitas yang peduli seni dan budaya,” pesannya.

Baca Juga :  Konsultan Hukum Maxie Skincare Bantah Produk Mengandung Merkuri

Antusiasme juga dirasakan oleh para peserta. Kartini, seorang mahasiswa Sastra Daerah Unhas, mengaku sangat terhanyut dengan alur cerita novel ini. “Rasanya seperti berkelana di dunia baru, setiap karakter punya cerita yang menginspirasi,” ungkapnya. Sementara itu, Fahruddin, mahasiswa UIN Alauddin Makassar, menambahkan bahwa acara ini mempererat ikatan antar komunitas dan menciptakan harmoni antara sastra dan kehidupan.

Perayaan enam tahun Yayasan Kebudayaan Aruna Ikatuo Indonesia ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen dalam menumbuhkan kecintaan pada literasi dan budaya. Diharapkan, sastra akan terus menjadi ruang bersama untuk merenungi kehidupan dan membangun masyarakat yang lebih berbudaya.

Berita Terkait

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026
Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:26 WIB

UGE Makassar Buka Program RPL Tipe A S1 Keperawatan dan Kebidanan, Mulai Maret 2026

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Jumat, 26 Desember 2025 - 19:01 WIB

PKM Dosen Universitas Cokroaminoto Palopo Dorong Ibu-Ibu K-Apel Lebih Percaya Diri dan Kreatif

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 8 Desember 2025 - 20:23 WIB

Kunjungan OSIS SMP Metro School Makassar ke K-Apel: Awal Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Berita Terbaru