TU7UA | Makassar — Penutupan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan IV di Hotel Denpasar, Makassar, pada Sabtu, 12 Juli 2025, menandai sebuah tonggak penting bagi 30 peserta yang telah menyelesaikan program kerjasama antara Yayasan, Fakultas Hukum Universitas Indonesia Timur (FH UIT), dan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi.
Lebih dari sekadar sertifikasi, acara ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang menuju profesionalisme di bidang advokasi.
Ketua Panitia, Ambo Esa, SH., MH., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan PKPA Angkatan IV.
Ia menekankan pentingnya semangat belajar berkelanjutan bagi para advokat, mengingatkan bahwa perjalanan profesionalisme tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan formal.
Permohonan maaf atas segala kekurangan selama program berlangsung menunjukkan komitmen terhadap kualitas dan kepuasan peserta.
Sambutan Wakil Ketua Yayasan, Aminuddin, SH., MH., memberikan dimensi yang lebih mendalam. Tidak hanya mengucapkan selamat kepada para lulusan, tetapi juga memberikan arahan yang sangat berharga.
Ia menyoroti tantangan besar yang dihadapi para advokat, menekankan pentingnya kemampuan analisis yang tajam dalam menangani kasus.
Kemampuan menganalisis, menurut beliau, bukan sekadar memahami hukum, tetapi juga mampu menentukan strategi dan arah penanganan kasus, baik perdata maupun pidana.
Ini adalah inti dari profesionalisme: bukan hanya mengetahui, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan secara efektif dan efisien.
Lebih lanjut, Aminuddin, SH., MH., mengajak para lulusan untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia, seperti Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di Universitas Indonesia Timur, untuk membangun kerjasama dan jejaring.
Hal ini menunjukkan komitmen Yayasan untuk mendukung para lulusan dalam mengembangkan karir dan berkontribusi pada masyarakat.
Kerjasama antar LBH, baik di tingkat universitas maupun yayasan, akan memperluas jangkauan layanan hukum dan memberikan kesempatan bagi para advokat muda untuk mengasah kemampuan mereka.
Penyerahan piagam penghargaan kepada Rektor UIT, yang diwakili Kepala Humas, menunjukkan apresiasi atas dukungan penuh universitas terhadap program PKPA.
Kehadiran para pejabat, dosen, dan mahasiswa dalam acara penutupan semakin memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi dalam membangun profesi advokat yang profesional dan berintegritas.
Secara keseluruhan, penutupan PKPA Angkatan IV ini bukan sekadar akhir dari sebuah proses pendidikan, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju profesionalisme.
Pesan-pesan yang disampaikan menekankan pentingnya belajar berkelanjutan, kemampuan analisis yang tajam, dan kerjasama yang kuat dalam menghadapi tantangan di bidang advokasi.
Semoga para lulusan dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh untuk berkontribusi positif bagi penegakan hukum dan keadilan di Indonesia.














