TU7UA | Makassar — Pertemuan antara Founder K-apel, Rahman Rumaday, S.I.Pem, dan Dewan Pakar K-apel Bidang Media, Arwan D Awing, SE, dengan Sekretaris Kecamatan Tamalate, Saddam Musma, S.STP., M.Si, pada Senin, 26 Mei 2025, menandai langkah penting dalam mempersiapkan OBLONG edisi Juni mendatang.
Komunitas Anak Pelangi (K-apel), melalui program unggulannya OBLONG (Obrolan Lorong), terus berupaya memperkuat kolaborasi antara warga, pemuda, dan pemerintah dalam membangun Kota Makassar.
Pertemuan tersebut membahas persiapan OBLONG yang akan bertema “Bagaimana Baiknya Kolaborasi Bangun Kota Kita: Dari Literasi, Kreativitas, hingga Solusi Banjir?”. Dipilihnya Lorong Daeng Jakking, Kelurahan Parang Tambung, sebagai lokasi penyelenggaraan menunjukkan komitmen K-apel untuk melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembangunan. Tema yang diangkat juga sangat relevan dengan isu-isu terkini yang dihadapi Kota Makassar, khususnya masalah banjir yang kerap melanda.
Kehadiran narasumber penting seperti Wakil Wali Kota Makassar, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Anwar Faruq, S.Kom, Rektor Kampus Lorong K-apel Dr. Dirk Sandarupa, M.Hum, Anggota DPRD Kota Makassar Adi Akbar, S.Pd., M.M, dan Sekretaris Kecamatan Tamalate sendiri, menunjukkan dukungan penuh dari berbagai pihak terhadap inisiatif K-apel.
Hal ini menunjukkan bahwa OBLONG bukan sekadar kegiatan komunitas, tetapi menjadi platform kolaborasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Rahman Rumaday, atau yang akrab disapa Bang Maman, menjelaskan bahwa OBLONG bertujuan memperkuat budaya literasi, membangun kesadaran kolektif, dan mendorong lahirnya solusi dari bawah untuk berbagai persoalan, termasuk isu banjir dan sampah.
OBLONG diharapkan dapat menjadi pemantik aksi nyata yang dimulai dari tingkat lorong. Ini menunjukkan pendekatan yang berbasis masyarakat dan partisipatif.
Dukungan penuh dari Sekretaris Kecamatan Tamalate, Saddam Musma, menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung inisiatif masyarakat. Beliau melihat OBLONG sebagai bentuk penguatan literasi publik dan sarana partisipasi warga dalam pembangunan wilayah.
Hal ini memperkuat gagasan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan.
OBLONG K-apel edisi Juni mendatang diharapkan menjadi momentum mempererat kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Kota Makassar, khususnya Kecamatan Tamalate, yang lebih inklusif, kreatif, dan tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana komunitas dapat berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah dalam membangun kota yang lebih baik. Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk berperan aktif dalam pembangunan daerahnya masing-masing.














