TU7UA | Maros — Suasana riuh rendah namun penuh semangat menyelimuti SDN 103 Inpres Hasanuddin atas penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendidikan Inklusif yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maros.
Selama dua hari, para guru Sekolah Dasar (SD) dari berbagai penjuru Kabupaten Maros mengikuti pelatihan intensif untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mendidik peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK).
Di tengah kesibukan para peserta yang masih berdiskusi dan bertukar pengalaman, media ini berhasil berbincang dengan Muliyati, S.Pd., MM, Sekretaris Panitia dan Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan SD Dinas Pendidikan Maros.
Dengan raut wajah yang penuh semangat, Ibu Muliyati menjelaskan tujuan utama bimtek ini. “Bimtek ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memastikan PDBK mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ujarnya, Sabtu, 24 Mei 2025.
“Bukan hanya soal teori, kami juga memberikan pelatihan praktik, termasuk strategi pembelajaran yang efektif untuk PDBK, dan bahkan materi khusus tentang pentingnya peran seni dalam pendidikan inklusif,” tambahnya.
Muliyati memaparkan beberapa poin penting yang menjadi fokus bimtek ini: pemahaman mendalam tentang kebutuhan PDBK, penciptaan lingkungan belajar yang ramah dan mendukung, penerapan strategi pembelajaran yang tepat, pengembangan toleransi dan empati di antara peserta didik, serta perbaikan penerapan kebijakan pendidikan inklusif yang sudah ada.
Media ini juga berkesempatan mewawancarai Hj. Nurwahidah, S.Pd., MM, Kepala SDN 103 Inpres Hasanuddin, sekolah yang menjadi tuan rumah bimtek ini. “Kami sangat bersyukur SDN 103 dipilih sebagai tempat penyelenggaraan bimtek ini,” ujarnya.
“Pendidikan inklusif sangat penting, terutama mengingat keterbatasan sekolah luar biasa yang ada. Semoga para guru yang mengikuti bimtek ini dapat mengaplikasikan ilmunya dan menularkannya kepada rekan-rekan guru lain,” harapnya.
Suasana antusiasme terlihat jelas di wajah para peserta bimtek. Mereka tampak aktif berpartisipasi dalam setiap sesi, bertukar pengalaman, dan saling mendukung satu sama lain. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bimtek ini bagi mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Maros.
Bimtek Pendidikan Inklusif ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga sebuah langkah nyata menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas di Kabupaten Maros.
Semoga semangat dan komitmen para guru ini dapat menginspirasi daerah lain untuk menerapkan pendidikan inklusif yang lebih baik. Seperti pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit,” perubahan besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten.














