4685 Lembar Arsip dari Dua Kekaraengan di Kabupaten Maros Telah Dipreservasi

- Jurnalis

Kamis, 16 Mei 2024 - 20:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar |TU7UA|  Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan kegiatan preservasi arsip Keraton Nusantara di Kekaraengan Turikale dan Kekaraengan Murusu Kabupaten Maros Sulawesi Selatan.

Preservasi Arsip ini akan berlangsung mulai tanggal 13 hingga 17 Mei 2024. Sebanyak 4685 lembar arsip dari dua kekaraengan di Kabupaten Maros telah selesai dipreservasi.

Preservasi arsip itu sendiri meliputi risk assessment, restorasi, digitalisasi dan penataan.

Untuk Kekaraengan Turikale sendiri Risk Assessment sebanyak 537 lembar naskah, restorasi 537 lembar, digitalisasi sebanyak 431 dan penataan sebanyak 534 arsip, jadi total keseluruhan sebanyak 2039 arsip.

Sedangkan untuk Kekaraengan Marusu untuk risk assessment sebanyak 651 lembar, restorasi 651 lembar, digitalisasi 693 lembar, penataan 651 lembar, total 2646 lembar arsip.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Preservasi Arsip di Aula Gedung Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (16/5/2024).

Acara yang dihadiri oleh Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) menghadirkan para Karaeng dan raja dari Sulawesi Selatan. Selain Karaeng Turikale dan Karaeng Marusu, hadir pula Opu Cenning dari Kedatuan Luwu, Datu Sawitto, Datu Sidenreng, Karaeng Binamu, Karaeng Bangkala, Karaeng Arung Keke, Karaeng Gantarang Gowa, perwakilan Datu Soppeng dan segenap pengurus FSKN.

Baca Juga :  Penyiapan Lahan Khusus bagi Kendaraan Bertonase Besar Parkir Menggunakan Badan Jalan

Hadir dalam penutupan Preservasi Arsip Kekaraengan Turikale dan Marusu adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Asriadi Sulaeman, Kabid Kearsipan DPK Sulsel Dr Basri, Koordinator Arsiparis Sulsel Irzal Natsir dan para tim Preservasi Arsip dari ANRI yaitu, Taufik Nurhuda, Seno Utomo, Erna, Anwar dan Dita.

Direktur Preservasi Arsip ANRI Agus Susanto dalam keterangannya kepada media menyampaikan bahwa tujuan preservasi arsip adalah untuk perlindungan dan perawatan arsip. sehingga arsip dapat disimpan dan dimanfaatkan dalam jangka waktu lama.

“Preservasi ini dapat menjaga arsip dari 5 tahun menjadi 100 tahun tentu preservasi arsip ini mencangkup aspek yang luas, mulai dari memperbaiki, mencegah, serta memperlambat kerusakan, artinya preservasi merupakan kegiatan mempertahankan kondisi suatu objek agar terhindar dari kerusakan faktor fisika, kimia, biologi, serta dapat menjaga kelestariannya,” ungkapnya.

Agus juga menjelaskan bahwa saat ini untuk Sulsel baru Kekaraengan Turikale dan Marusu yang selesai di preservasi, namun ada juga yang nantinya di preservasi seperti dari kedatuan Luwu yang akan diagendakan kemudian.

Baca Juga :  ByU Telkomsel Gelar Grebek Kampung Gembira di Kampung Nelayan Untia

“Tentu saat ini saya menghimbau agar para Karaeng atau bangsawan yang ada di Sulsel agar sementara waktu menyimpan dulu arsipnya, dan kemudian akan kami preservasi kembali hingga seluruh kerajaan di Nusantara kita selesaikan untuk di preservasi,” tutupnya.

Sementara itu Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang juga Karaeng Turikale VIII Yang Mulia (YM) Brigjen Pol (P) Dr H A.A Mapparessa menyampaikan apresiasinya kepada ANRI yang telah melakukan preservasi arsip.

Dirinya berharap agar para Karaeng dan Datu dan raja yang ada di Sulawesi Selatan dapat melakukan preservasi arsip agar arsip-arsip tersebut dapat selamat dan juga awet sehingga kita dapat mewariskan kepada anak cucu kita.

“Karena kita di Sulsel ini adalah satu pohon yang sama dan merupakan kerabat yang sama, untuk itu saya menghimbau agar setiap Kekaraengan ataupun kedatuan dapat melakukan preservasi arsip untuk merawat peradaban Nusantara,” pungkasnya.

Pada preservasi arsip ini, dilakukan penandatanganan berita acara serta penyerahan box preservasi arsip oleh ANRI dan pihak Kekaraengan Turikale dan Marusu.

Berita Terkait

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan
ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur
Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 
Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia
Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Desember 2025 - 22:02 WIB

Serah Terima Jabatan Se ORW 013, Lurah Buntusu Apresiasi Dedikasi Pj dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:55 WIB

ITBM Balik Diwa Dapat Apresiasi Tinggi UNM: Prestasi LLDIKTI 2025 Sebagai Bukti Potensi Perguruan Tinggi Swasta Timur

Kamis, 18 Desember 2025 - 21:05 WIB

Rumah Zakat Serahkan “Rumah Layak Huni” ke Keluarga Ilham 

Selasa, 16 Desember 2025 - 00:05 WIB

Diskusi Buku Sejarah Kerajaan Makassar Karya Nicolas Garvaise: Memanggil Pulang Kisah Kota Dunia

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Sabtu, 1 November 2025 - 19:56 WIB

K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Berita Terbaru