TU7UA | Takalar, Sulawesi Selatan – Sebanyak 270 dosen dari Aliansi Dosen Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ADPERTISI) resmi dilepas untuk melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) XI di Kabupaten Takalar pada Kamis, 10 Juli 2025.
Pelepasan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, menandai dimulainya program besar yang bertujuan untuk mempercepat digitalisasi pembangunan di daerah tersebut.
Para dosen, yang berasal dari puluhan perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia, akan menyebar ke 20 desa di enam kecamatan Takalar (Polongbangkeng Utara, Galesong, Galesong Utara, Mangara Bombang, Galesong Selatan, dan Sanrobone).
Mereka akan berbagi keahlian dan pengetahuan dari berbagai disiplin ilmu untuk mendukung program pembangunan lokal.
Tema PKM XI ini adalah “Sinergitas Perguruan Tinggi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar dalam Mewujudkan Digitalisasi Pembangunan Daerah,” sebuah tema yang selaras dengan visi Kabupaten Takalar periode 2025-2029, yaitu “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital”.
Dr. Buyung Romadhoni, SE., M.Si., Koordinator Ketua Presidium ADPERTISI, memuji visi Sekda Takalar yang ia sebut sebagai pamong yang visioner, menyatakan bahwa ” selalu menyampaikan dialektika lokal tapi berfikir global.”
Dr. Romadhoni juga menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam program PKM ini, mengajak para dosen untuk mengadopsi pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, bisnis, masyarakat, dan media.
Ia mencontohkan keberhasilan transformasi daerah terpencil yang dulunya tertinggal menjadi berkembang dalam 10 tahun melalui pendekatan ekonomi, sosial, dan keagamaan yang terintegrasi. “Pendekatan inilah yang harus dilakukan oleh PKM,” tegasnya.
Sekda Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, mengungkapkan komitmen pemerintah daerah untuk berkolaborasi penuh dalam program ini. Ia menekankan pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi mengenai PKM dan peran krusial akademisi dalam memberikan contoh nyata implementasi digitalisasi.
Ia juga memaparkan potensi Kabupaten Takalar yang beragam, mulai dari sumber daya alam hingga kekayaan sejarah dan kulinernya, yang perlu dimaksimalkan. “Kehadiran para akademisi ini dapat memacu kabupaten Takalar menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang menerapkan digitalisasi,” ujarnya optimis.
Selain pelepasan, acara ini juga menandai penandatanganan MoU antara ADPERTISI dan Pemkab Takalar, memperkuat komitmen kerjasama jangka panjang. PKM Nasional ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sebuah kewajiban bagi dosen untuk berkontribusi dalam pengabdian masyarakat.
ADPERTISI sendiri, dengan lebih dari 2700 anggota di 675 perguruan tinggi swasta di 37 provinsi, berperan aktif dalam mendukung pengembangan karier dosen dan memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat.
Program PKM XI di Takalar ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mendorong percepatan digitalisasi pembangunan di daerah tersebut, sekaligus menjadi contoh sukses sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun Indonesia.














