PMII Gelar Diskusi Geopolitik Global, Dosen UNHAS dan UNIFA : “Cukup Berani”

- Jurnalis

Selasa, 10 September 2024 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA, Makassar  |  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Makassar Raya menggelar diskusi terkait Indonesia Dalam Arus Pergaulan Dunia dengan Membaca Politik Luar Negeri Jokowi dan Prabowo di masa akhir Kabinet Indonesia Maju, di Dawai Coffee Jln Perintis Kemerdekaan Tujuh(PK7) Mulai Pukul 15.00 WITA . Makassar,(9/9/2024)

Seperti yang diketahui bahwa Pemerintahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akan berakhir pada 20 Oktober 2024.

Amelia Putri Yuswandi selaku MC pada acara diskusi itu menyapa para narasumber yang hadir yaitu Agussalim Burhanuddin, S.IP.,MIRAP selaku Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (HI FISIP UNHAS), Nur Isdah Idris,S.IP.,MA (Dosen HI FISIP UNHAS), Muhamad Fikri Amra,S.IP.,M.H.I selaku Dosen Hubungan Internasional Universitas Fajar (HI UNIFA) dan Irvan Basri selaku Pendiri Forum Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 adalah jalur pelayaran yang menghubungkan laut Sulawesi dengan Samudera Hindia.

Selanjutnya MC membacakan rangkaian kegiatan kemudian menyerahkan kepada Umar Muda untuk memandu jalannya diskusi.

Tampil sebagai Pemantik, Umar Muda selaku Moderator melempar pertanyaan kepada 4 narasumber yaitu Sejauh mana Langkah awal Prabowo memberi sinyal akan adanya pergeseran orientasi politik luar negeri Indonesia ? kemudian sejauh mana pula faktor kondisi domestik politik dan kemampuan ekonomi dan lingkungan internasional mempengaruhi rancangan politik luar Indonesia ?

Agus Salim menyampaikan pandangannya “Sebagai Akademisi saya memiliki harapan besar pada Jokowi dengan wacana awalnya namun pada saat memasuki periode kedua semakin tidak jelas
Ia juga mengungkit terkait Perang Rusia-Ukraina yang seharusnya mampu memainkan peran saat konflik itu berlangsung namun meskipun Jokowi melakukan kunjungan kesana tapi tidak mampu memainkan peran secara global, Klw melihat raport pada pemerintahannya saya berani menilai tidak terlalu baik pada Era Jokowi, Menteri Luar negeri bahkan lebih dihormati dalam kapasitas secara global”,ungkapnya

Selanjutnya Ia juga mengungkit Kasus Israel Gaza juga indonesia tidak mampu ternyata memaksimalkan konstitusi dalam arus konflik tersebut padahal memungkinkan juga bagi indonesia untuk anti terhadap Israel kalau melihat Bagaimana Iran juga terangan-terangan dalam memerangi Israel, Pada simpulannya Indonesia salah dalam memainkan konflik global.

Baca Juga :  Apresiasi dan Dukungan IKA BKPRMI terhadap Program Hafalan Al-Quran di Sulawesi Selatan

Ditempat yang sama Muhamad Fikri Amra selanjutnya Menyampaikan Apresiasi kpd PMII karena berani mengangkat tema ini “kita sama-sama tahu bahwa ada walaupun nanti pada akhirnya ada peralihan adalah konteks pemerintahan kepemimpinan tapi yang kita baca selama ini kan Prabowo atau Presiden terpilih kita saat ini itu sebenarnya juga ada di pemerintahan pak Jokowi yang selalu kita dengar yang selalu disampaikan di media itu adalah adanya keberlanjutan”,ungkapnya

Lebih lanjut Ia mengatakan “Pembicaraan hari ini hanya sifatnya Prediktif, Menekankan bahwa prabowo lebih memiliki pengalaman konstalasi politik global maupun internasional, Prabowo sempat menyinggun pada forum Internasional tentang Anti Kolonialisme, Harus diakui bahwa pak prabowo punya pengalaman bipolar global namun Jgn sampai pak prabowo masih terjebak dirkursus perang dingin yang terjadi di Unisoviet, Menurut saya pak Prabowo akan masih melanjutkan apa yang dilakukan oleh pak jokowi disektor ekonomi global walaupun kita masih terjebak dalam kebijakan ini, Kemungkinan pak Prabowo lebih harmonis dengan menteri luar negeri siapapun itu, kemudian begitupun dia berada keduanya kemudian prabowo masuk kabinet dan akhirnya terpilih menjadi apa presiden.”tutupnya

Nur Isdah Idris masih di tempat yang sama menyampaikan pendapat “Biasanya topik-topik ini di bahas di ruang kelas namun kali ini diluar dan saya cukup kaget bahwa ada mahasiswa yang berani membawa forum ini secara terbuka”,ungkapnya.

Ia lebih membandingkan periode Jokowi dan SBY melaui pendekatan estetika bahwa “SBY bagai perempuan cantik, bagaimana supaya, menggunakan kecantikannya untuk menunjukkan kepada dunia global bahwa Indonesia juga ikut dalam percaturan dunia, sedangkan Jokowi melakukan pendekatan pragmatis, lebih pragmatis, ia melihat kebijakan politik global lebih kepada kepentingan diplomatik seperti indonesia sebagai poros maritim dunia, tol laut, kedaulatan negara,penanganan konflik laut Cina Selatan, memperkuat hubungan diplomatik terhadap Negara-Negara ASEAN, Indonesia cenderung menghindari konflik langsung”,ucapnya

Baca Juga :  Calon Guru Penggerak se Bulukumba Ikut Lokakarya

Indonesia hari ini Era Jokowi lebih mempermudah investasi global dgn cara menurunkan stardar regulasi yang artinya pengerukan besar-besaran terhadap sumber daya alam indonesia sedang terjadi dan elit politik juga masuk dalam lingkaran itu”,tutupnya

Ditempat yang sama yakni Irvan Basri sebagai pemateri ke empat mengungkapkan “Saya bahagia sore ini dapat berdiskusi bersama Para Narasumber, terimakasih kpd teman2 PMII Mengutip Kata Raya pada nama PMII Makassar Raya memang sudah selaras dengan tema diskusi seperti di beberapa negara menggunakan kaya raya, Ingris Raya, Britania Raya dsbg..

Lebih lanjut dengan Ia mengatakan “Macan Asia adalah jargon yang selalu di gemborkan oleh Pak Prabowo” kemudian bagaimana melihat makna Macan Kertas yang dapat ditemukan di google bahwa Macan/harimau kertas bermakna seolah-olah kuat padahal sagat lemah, kemudian mengajak para peserta untuk menyadari atau memikirkan ulang betulkah kita betul-betul macan asia atau macan kertas ?
Ia kemudian mempertanyakan “apakah kita global player? Atau kita ini orang yg hanya siap jadi tuan rumah atau panitia pelaksana? Saya masih merasa sadar saya tidak ingin hiperbola tentang peran panitia atau pemain”ucapnya.
Ia selanjutnya menyinggung juga tentang poros maritim dunia, Ada dua hal penilaian tentang Jokowi pertama Sejak awal jokowi menganut Capitalis ekstrem seperti tambang nikel di Sulawesi Tengah, Kedua gila-gilaan membangun infrastruktur

Menyinggung juga soal pilkada sebagai perang saudara di 500 lebih daerah, dalam sejarah pernah terjadi hal seperti ini”,tutupnya

Ada banyak pertanyaan pada sesi diskusi oleh para mahasiswa yang hadir mampu mengidupkan suasana kritis pada forum itu.

 

Firmansyah (Penulis)

Berita Terkait

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Tigalapan Indonesia dan Rumah Zakat Sulsel Berbagi Kebahagiaan untuk Janda Dhuafa dan Lansia di Rappokalling  
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Sabtu, 1 November 2025 - 19:56 WIB

K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:58 WIB

Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah

Selasa, 30 September 2025 - 23:44 WIB

Menghidupkan Warisan Rasulullah: K-apel Gelar Maulid dengan Semangat Persaudaraan dan Literasi di Makassar

Berita Terbaru

Berita

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Nov 2025 - 19:10 WIB