Calon Guru Penggerak Killer Hingga Gaptek Gelar Hasil Karya

- Jurnalis

Senin, 4 Desember 2023 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pinrang |TU7UA| Sebanyak 54 Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 8 di Kabupaten Pinrang menggelar hasil karya dalam lokakarya “Panen Hasil Belajar”, setelah mengikuti proses belajar sekira tujuh bulan.

Berdasarkan informasi diperoleh MajalahMitos, lokakarya berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang, Sabtu 2 Desember 2023.

Lokakarya panen hasil belajar dihadiri kepala sekolah tempat CGP angkatan 8 mengabdi serta sejumlah pemangku kepentingan pendidikan.

Hadir pula pendamping dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Sulawesi Selatan, Adnan Arif, Irhandi Amirin, Firna Sari, dan Rusdy Embas, serta dua fasilitator dari Maluku.

Kepala BBGP Sulawesi Selatan diwakili Adnan Arif dalam sambutannya mengatakan, 54 guru dalam program CGP angkatan delapan ini telah mengikuti proses belajar sekitar tujuh bulan, mulai Mei hingga Desember 2023.

Selama tujuh bulan itu, mereka mengikuti pelajaran secara hybrid. Sebanyak 80 persen pembelajaran itu dilakukan secara daring dan 20 persen lainnya secara luring dalam bentuk lokakarya.

Lokakarya ke delapan ini, kata Adnan merupakan Panen Hasil Belajar. Karya mereka terpajang di 11 stand di aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang.

Setelah lokakarya ke delapan ini, lanjut Adnan Arif, 54 CGP yang sebentar lagi akan menjadi guru penggerak diharapkan kembali ke sekolah masing-masing membangun komunitas dan menjadi pemimpin perubahan.

Baca Juga :  Unpacti Makassar Membuka Pendaftaran Mahasiswa Baru

“Kami serahkan kembali kepada bapak kepala sekolah guru calon guru penggerak ini untuk melaksanakan tugasnya,” kata Adnan.

Adnan mengisahkan beberapa pengalaman yang dituturkan sejumlah guru peserta program CGP kepadanya. Khususnya, terkait manfaat mengikuti pelajaran selama tujuh bulan itu. Mulai dari guru “killer” hingga guru “gaptek” bisa berubah menjadi lebih baik selama proses belajar sebagai CGP.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Sulawesi Selatan diwakili Idham mengatakan, lokakarya Panen Hasil Belajar calon guru penggerak ini merupakan momentum penting yang terlihat dari produk yang dihasilkan selama proses belajar.

“Ini baru merupakan awal, karena setelah ini, setiap guru penggerak harus menjadi pembimbing bagi guru lain di sekolahnya dan harus menjadi contoh di sekolah masing-masing melalui karyanya,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang diwakili Kabid Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Hasrijal SPd MPd mengatakan, guru penggerak berperan besar dalam memajukan pendidikan dan merupakan aktor inti dalam mewujudkan profil pelajar Pancasila.

Hasrijal mengklaim, Pinrang merupakan salah satu kabupaten yang memiliki banyak guru penggerak. Angkatan delapan ini saja ada 54 orang CGP. Untuk angkatan sembilan yang sementara proses ada 125 orang.

Dia mengapresiasi para calon guru penggerak di angkatan delapan ini, karena selama belajar, mereka tetap menjalankan perannya di sekolah masing-masing.

Baca Juga :  Kampus Lorong K-Apel akan Diresmikan, Sejumlah Guru Besar dari Berbagai Bidang Turut Bergabung

Dia juga memuji kehadiran guru penggerak angkatan sebelumnya yang banyak membantu teman-temannya di sekolah menjadi lebih baik. Apalagi, guru penggerak ini merupakan calon kepala sekolah di masa depan.

Guru penggerak yang diangkat menjadi kepala sekolah oleh Bupati Pinrang menurut Hasrijal, sudah mendekati 30 orang dan 6 tenaga pengawas. Secara keseluruhan, sudah 58 persen guru penggerak yang diberi amanah menjadi kepala sekolah.

Di momen itu, Kepala SMPN 1 Langnga Pinrang, Dalle, memberi testimoni yang antara lain mengatakan, kehadiran guru penggerak menambah aset sekolah. Banyak program yang lahir dari ide-ide mereka.

Sebagai sekolah penggerak, katanya, SMPN 1 Langnga Pinrang saat ini memiliki empat guru penggerak dan satu pengajar praktik.

“Jika guru penggerak berkolaborasi dengan sekolah penggerak, bakal banyak menghasilkan program luar biasa,” katanya.

Kepada calon guru penggerak dan guru penggerak, Dalle berpesan tetap menghargai kepala sekolah, dengan tetap berkomunikasi yang baik. Tetap melapor kepada kepala sekolah jika akan melakukan sesuatu di sekolah.

Disebutkan, selama mengikuti kegiatan pembelajaran sebagai calon guru penggerak, mereka tidak pernah melalaikan tugasnya di sekolah karena selalu mampu menyesuaikan antara tugas mengajar kegiatan belajar. ***

Berita Terkait

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif
Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah
Alumni IMMIM Motivasi Santriwati: bersama MC3 Deteksi Dini Kanker dan Sekolah ke Luar Negeri
Mengukir Masa Depan Pendidikan: Konferensi Kerja PGRI Tana Toraja Mengukuhkan Peran Guru sebagai Arsitek Bangsa
HMJ MATEMATIKA FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Sulawesi Selatan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:35 WIB

Politeknik LP3I Makassar Gelar PKM di Komunitas Anak Pelangi: Dorong Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Pendidikan Inklusif

Selasa, 7 Oktober 2025 - 16:58 WIB

Semangat Membara di Seleksi FTBI Kecamatan Bajeng Barat: Lahirnya Bibit Unggul Pelestari Bahasa Daerah

Minggu, 28 September 2025 - 18:26 WIB

Alumni IMMIM Motivasi Santriwati: bersama MC3 Deteksi Dini Kanker dan Sekolah ke Luar Negeri

Sabtu, 27 September 2025 - 12:03 WIB

Mengukir Masa Depan Pendidikan: Konferensi Kerja PGRI Tana Toraja Mengukuhkan Peran Guru sebagai Arsitek Bangsa

Senin, 1 September 2025 - 09:59 WIB

HMJ MATEMATIKA FMIPA UNM Sukses Gelar Rayon 1 GEOMETRI 2025 di Sulawesi Selatan

Berita Terbaru

Berita

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Nov 2025 - 19:10 WIB