Alasan Syamsiar Syam Minta Pihak Polres Palopo Menangkap Pelaku Dugaan Penghinaan

- Jurnalis

Selasa, 22 Oktober 2024 - 23:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TU7UA, Makassar  |  Warga Kota Palopo, Syamsiar Syam, yang biasa dipanggil Bunda Mano, secara resmi melaporkan dugaan penghinaan yang dialaminya ke Polres Palopo pada Senin, 21 Oktober 2024.

Berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/718/X/2024/SPKT/POLRES PALOPO/POLDA SULSEL, Mano merasa terhina setelah seseorang mengeluarkan pernyataan negatif tentang dirinya saat audiensi dengan polisi. Perkataan tersebut sangat menyakitkan baginya.

Dalam keterangannya, Mano menyatakan bahwa ia tidak dapat menerima ucapan itu karena dianggap merendahkan martabatnya.

Baca Juga :  Silaturahmi "Agenda Kebaikan" Putri Dakka di Luwu Timur

“Saya merasa sangat terganggu, ini menyangkut harga diri saya,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pernyataan itu semakin membuatnya merasa terhina karena disampaikan di depan umum. Karena itu, ia memutuskan untuk melaporkan kejadian ini ke polisi.

Menurut informasi yang diterima media, jika terbukti bersalah, terlapor dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP, Pasal 310, dan/atau Pasal 27 ayat 3.

Baca Juga :  Dr. Basri : Peran PGRI Mattirosempe sebagai "Rumah Besar Guru" 

Dalam wawancaranya, Mano menegaskan bahwa negara ini adalah negara hukum, di mana setiap orang, tanpa memandang pangkat atau jabatan, harus taat pada hukum.

Mano berharap agar Polres Palopo segera menyelidiki dan menangkap pelaku yang diduga melakukan fitnah, sehingga ia bisa mendapatkan keadilan.

Ia menekankan bahwa pernyataan terlapor sangat merendahkan martabatnya dan mengganggu harga dirinya.

“Saya merasa sangat terganggu, terutama karena ini disampaikan di depan umum,” tutupnya.

Berita Terkait

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan
K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir
Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur
Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara
Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 
Tigalapan Indonesia dan Rumah Zakat Sulsel Berbagi Kebahagiaan untuk Janda Dhuafa dan Lansia di Rappokalling  
Menghidupkan Warisan Rasulullah: K-apel Gelar Maulid dengan Semangat Persaudaraan dan Literasi di Makassar
Heny Suhaeny Luncurkan Buku “Mimpi yang Tak Dianggap,” Kisah Inspiratif Perjuangan Meraih Cita-Cita
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 3 November 2025 - 19:10 WIB

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Sabtu, 1 November 2025 - 19:56 WIB

K-apel Kembali Gelar Ekspedisi Berbagi Cinta di Pulau, Sentuh Hati Masyarakat Pesisir

Senin, 27 Oktober 2025 - 19:32 WIB

Digitalisasi Gambusu Makassar Dorong Ekonomi Hijau dan Pariwisata Indonesia Timur

Senin, 27 Oktober 2025 - 05:21 WIB

Makassar Gelar “Oktober Breast Cancer Awareness” untuk Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:28 WIB

Sepuluh Penulis Lintas Latar Belakang Luncurkan Antologi “Koordinat Rasa” 

Selasa, 30 September 2025 - 23:44 WIB

Menghidupkan Warisan Rasulullah: K-apel Gelar Maulid dengan Semangat Persaudaraan dan Literasi di Makassar

Selasa, 30 September 2025 - 18:35 WIB

Heny Suhaeny Luncurkan Buku “Mimpi yang Tak Dianggap,” Kisah Inspiratif Perjuangan Meraih Cita-Cita

Senin, 29 September 2025 - 18:25 WIB

K-Apel Tebar Cinta dan Literasi di Pulau Sarappo Lompo, Pangkep

Berita Terbaru

Berita

Buku Antologi Bertajuk Koordinat Rasa Resmi Diluncurkan

Senin, 3 Nov 2025 - 19:10 WIB